Berita Gresik United Hari Ini

USUT TUNTAS Pemalsuan Tanda Tangan Pemberhentian Liga 2, Gresik United Siapkan Bukti di Kongres PSSI

USUT TUNTAS Pemalsuan Tanda Tangan Pemberhentian Liga 2, Gresik United Siapkan Bukti di Kongres PSSI

Penulis: Willy Abraham | Editor: Eko Darmoko
PT LIB
Gresik United, kontestan Liga 2 2022. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Gresik United kecewa Liga 2 2022 dihentikan buntut dari Tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi setelah Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 2-3, pada 1 Oktober 2022 lalu.

Hasil rapat Exco PSSI yang memutuskan Liga 2 2022 dihentikan membuat kaget semua klub Liga 2, termasuk Gresik United.

"Kecewa otomatis, kami berharap ada solusi bagi pemangku kebijakan sepak bola di Tanah Air," kata Direktur Operasional Gresik United, Thoriqi Fajrin kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/1/2023).

Ia mengakui sangat berat, ibarat klub sudah mengeluarkan tenaga, pikiran serta finansial.

Apalagi selama kompetisi Liga 2 digelar klub sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tim sedang dalam tren positif hingga pekan 7 grup Liga 2.

Baca juga: Kompetisi Kacau Imbas Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Sampaikan Permintaan Maaf

Baca juga: Nasib Tragis Arema FC Ditolak Berkandang di Banyak Stadion, Manajemen Pasrah kepada Keputusan PT LIB

"Ditambah lagi Stadion Gelora Joko Samudro juga sudah dinilai melalui risk assement oleh Mabes Polri."

"Hasilnya, tidak mengecewakan dan layak dipakai untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2."

"Kalau dihentikan sama saja kami sudah bekerja tapi tak ada hasilnya. Jelas kami kecewa," ujarnya.

Berhentinya Liga 2 berdampak pada para pemain untuk mencari nafkah, otomatis nganggur tanpa ada kompetisi. Tidak hanya itu, perekonomian berhenti.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan mengenai 20 klub Liga 2 yang menginginkan kompetisi tidak lanjut versi Exco PSSI.

Sebab sangat bertentangan dengan semangat klub.

Pasalnya, hampir sebagian besar homebase (stadion tuan rumah) sudah dinilai, dan tentunya mengeluarkan biaya tidak sedikit karena operasional tim risk assement biayanya ditanggung oleh klub.

Kekecewaan itu tidak hanya dialami manajemen Gresik United tapi juga pemain.

Mereka mengaku sangat kecewa keputusan yang dikeluarkan oleh Exco PSSI. Ini karena profesi pemain bola sangat bergantung pada kompetisi.

Perwakilan Gresik United yang diwakili Thoriqi Fajrin tetap menyetujui kompetisi dilanjutkan. Anehnya, saat ada persetujuan kompetisi dihentikan dirinya merasa tidak menandatangani surat tersebut.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved