TOLAK MENTAH-MENTAH Permintaan Ferry Irawan untuk Bertemu, Venna Melinda Ngaku Trauma: Saya Takut

Venna Melinda tegas tolak mentah-mentah permintaan Ferry Irawan untuk bertemu pasca kasus KDRT beberapa waktu lalu.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Instagram @vennamelindareal/@ferryirawanofficial
Venna Melinda (kiri) ogah turuti permintaan Ferrry Irawan (kanan) untuk bertemu dan akui trauma 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Prahara rumah tangga Venna Melinda dan Ferry Irawan masih menjadi sorotan hingga saat ini.

Terbaru, Venna Melinda tegas tolak mentah-mentah permintaan Ferry Irawan untuk bertemu pasca kasus KDRT beberapa waktu lalu.

Bahkan secara blak-blakan penolakan Venna Melinda itu lantaran dirinya takut untuk bertemu Ferry Irawan.

Oleh sebab itu, ibu tiga anak ini memilih Ferry Irawan mendekam di dalam penjara.

Hal itu terungkap saat ibu Verrell Bramasta ini membeberkan kondisinya terkini pasca mengalami KDRT.

Ia mengatakan jika berat badannya menurun drastis.

Bahkan ia juga mengatakan jika nafsu makannya berkurang.

Hidup Miris Venna Melinda Usai Nikah dengan Ferry Irawan, Mantan DPR Rela Jadi Youtuber dan Endorser
Hidup Miris Venna Melinda Usai Nikah dengan Ferry Irawan, Mantan DPR Rela Jadi Youtuber dan Endorser (Instagram)

Bukan hanya itu, Venna Melinda juga mengatakan jika dirinya masih sering menangis.

"Saya turun lima kilo,"

"Saya nggak bisa tidur, ketakutan, parno, sering nangis," ucap Venna Melinda, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Sabtu, (28/1/2023).

Ibu tiga orang anak ini mengatakan jika luka yang diberikan Ferry Irawan tak hanya luka fisik.

Namun ia mengalami luka batin hingga saat ini.

"Saya nggak hanya luka di tulang rusuk, jiwa saya juga terluka," sambungnya.

Kemudian, Venna Melinda juga mengungkapkan jika dirinya sama sekali tak mau bertemu dengan Ferry Irawan.

"No! saya tidak mau ketemu lagi," tegas Venna Melinda.

Lebih lanjut, Venna Melinda bak mengenang kembali kejadian saat dirinya mengalami KDRT.

Sembari menunjukkan sejumlah bukti kekerasan fisik yang dilakukan Ferry, Venna kembali menceritakan ulang apa yang dialaminya.

Venna Melinda juga membeberkan detik demi detik aksi kekerasan Ferry Irawan.

Awalnya, Venna mengaku tubuhnya diangkat lalu didorong ke kasur.

"Saya diangkat, didorong ke tempat tidur," ungkap Venna.

Tak berhenti di sana, Ferry kemudian menindih Venna di bagian perut.

Lalu dahi Ferry Irawan menekan kepala Venna.

"Kepala saya dikunci pakai jidatnya, jadi kepala saya nggak bisa gerak," lanjutnya.

Akibat ditekan oleh Ferry, Venna sempat merasa sekitarnya berubah gelap.

"Ditekan sedemikian keras, sampai saya waktu memandang langit-langit atap hotel itu kan putih ya,"

"Tapi saking kerasnya itu kayak gelap," bebernya.

Kemudian Venna Melinda juga membeberkan fakta baru.

Venna Melinda menyebut telah menerima KDRT di sebuah hotel di Medan, jauh sebelum kejadian di hotel di Kediri.

Insiden itu terjadi pada 17 November 2022 lalu.

Saat itu Venna memilih bungkam dan memaafkan Ferry.

Dia lantas menguraikan kronologi dan alasannya bungkam.

"Kekerasan yang di hotel itu sudah dua kali, yang pertama di hotel di Medan," ujar Venna.

"Itu memang saya tidak melaporkan karena ada acara, jadi saya memaafkan," jelas Venna Melinda.

Venna sendiri mengungkapkan, Ferry juga melakukan KDRT di rumah.

"Kalau di rumah itu di kamar, di kamar pribadi," tuturnya.

Mengutip Tribun Style: 'Saya Takut' Derita Venna Melinda Trauma Ketemu Ferry Irawan, Berat Badan Turun Drastis 5 Kilo

Sedangkan di sisi lain, pihak Ferry Irawan kecewa Venna Melinda tolak mediasi. 

Hal itu menjadi pertanda jika keingian Ferry Irawan damai dengan Venna Melinda pupus dan ancaman penjara menanti. 

Kuasa Hukum Ferry Irawan menyayangkan keputusan Venna Melinda yang menolak berdamai dengan kliennya.

Sebelumnya Venna Melinda melaporkan Ferry Irawan atas dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kini Ferry Irawan resmi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Dikutip dari YouTube Seleb Oncam News, Jumat, (27/1/2023), Jeffry Simatupang selaku kuasa hukum Ferry Irawan menyayangkan keputusan Venna Melinda menolak berdamai dengan kliennya.

"Disampaikan oleh statement dari kuasa hukum (Venna) sendiri mengatakan sudah tidak ada pintu perdamaian."

"Tidak ada lagi mediasi, itu yang sangat disayangkan oleh Pak Ferry Sendiri dan kami tim kuasa hukum," ucap Jeffry Simatupang.

Jeffry Simatupang menambahkan bahwa, pihaknya menginginkan adanya proses perdamaian.

Minimal ada pertemuan antara kedua belah pihak.

Jeffry Simatupang pengacara Ferry Irawan, saat dikutip Grid.ID saat Live Zoom, Rabu (18/1/2023)
Jeffry Simatupang pengacara Ferry Irawan, saat dikutip Grid.ID saat Live Zoom, Rabu (18/1/2023) (Grid.ID/Rissa Indrasty)

"Kami menginginkan di mana ada proses (perdamaian)."

"Paling tidak, ada pertemuan dulu lah untuk mengawali proses perdamaian tersebut," imbuh Jeffry Simatupang.

Pihak Venna Melinda mengatakan bahwa tidak ada perdamaian, maka kuasa hukum Ferry Irawan akan fokus pada proses penegakan hukum.

"Tetapi karena sudah disampaikan tidak ada lagi upaya perdamaian."

"Maka kami sekarang fokus saat ini pada proses penegakan hukumnya," terang Jeffry Simatupang.

Jeffry Simatupang menambahkan pihaknya akan fokus pada strategi pembelaan.

"Kami fokus terhadap strategi pembelaan kami nanti," kata Jeffry Simatupang.

Jeffry Simatupang menyebut, tidak ada masalah dengan keputusan Venna Melinda.

Jeffry Simatupang menilai bahwa keputusan tersebut adalah hak masing-masing.

"Jadi nggak ada masalah, itu adalah hak masing-masing," papar Jeffry Simatupang.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved