Selasa, 5 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

40 Hari Jadi Buronan, Sukarni Tewas Tak Wajar di Belakang Sekolah di Malang

Sukarni (30) tewas tak wajar di belakang SDN di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Zainuddin
SURYA/PURWANTO
Kasatreskrim Polres Malang Iptu Wahyu Riski Saputro (tengah) menunjukan barang bukti kasus pembunuhan di Ampelgading saat gelar perkara di Mapolres Malang, Rabu (1/2/2023). Usia menghilang dan menjadi buronan polisi dan warga, Sukarni justru ditemukan tewas dengan cara gantung diri. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sukarni (30) tewas tak wajar di belakang SDN di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Selasa (31/1/2023).

Sukarni sempat menjadi buron selama 40 hari karena diduga membunuh selingkuhannya, Linawati (33) pada 18 Desember 2022.

"Setelah olah TKP, ternyata orang tersebut adalah Sukarni, pembunuh yang kami cari selama ini," ungkap IPTU Wahyu Risky Saputro, Kasatreskrim Polres Malang kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (1/2/2023).

Polisi sempat kesulitan membutu Sukarni selama 40 hari. Polisi harus melewati medan yang cukup berat.

"Ada bukit, pantai, dan sungai. Bahkan ada medan yang belum terjamah warga," terangnya.

Selama pencarian tersebut, polisi yakin jika Sukarni masih berada di sekitar lokasi pembunuhan.

Bahkan Sukarni sempat tidur di depan SDN yang tidak jauh dari rumah korban.

"Saat kami gerebek, tersangka melawan, lalu kabur," terangnya.

Polisi sempat mengejar tersangka sampai naik ke atas bukit. Tapi, tersangka berhasil kabur masuk ke dalam hutan.

"Karena pengejaran pukul 03.00 WIB, kami terkendala medan. Kami kerahkan anjing pelacak untuk mencari tersangka, namun terkendala cuaca," ungkapnya.

Warga memberi tahu polisi bahwa ada gua di balik bukit yang diduga menjadi tempat persembunyian Sukarni.

Gua tersebut jauh dari pemukiman. Medan menuju gua cukup sulit, dan gua tertutup semak belukar.

"Ada banyak buah-buahan di dalam gua tersebut, seperti pisang yang masih hijau, buah alpukat, dan tikar yang terbuat dari karung," tambahnya.

Saat itu tersangka tidak ada. Polisi harus menunggu di gua tersebut sampai pukul 24.00 WIB. Ternyata Sukarni tidak kembali ke gua.

"Kami menunggu tiga jam di gua itu. Kami juga sempat ke sungai yang biasanya tersangka mengambil air minum, tetapi nihil," tutur Wahyu.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved