Jumat, 10 April 2026

Berita Surabaya Hari Ini

Misi Dagang Jatim-NTB Catat Transaksi Rp 251 Miliar

Misi Dagang dan Investasi Jatim dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat transaksi sebesar Rp 251,399 miliar.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Zainuddin
DOK./Pemprov Jatim
Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jatim dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) di Hotel Lombok Raya, Mataram, Senin (27/2/2023). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Misi Dagang dan Investasi Jatim dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat transaksi sebesar Rp 251,399 miliar.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa optimis hubungan dagang Jatim dengan NTB akan semakin meningkat.

Apalagi sektor pelayaran Long Distance Ferry (LDF) telah tersedia dari Jatim ke NTB, baik melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi maupun Pelabuhan Jangkar, Situbondo langsung menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.

Terhubungnya pelabuhan-pelabuhan itu membuat koneksitas angkutan barang maupun penumpang semakin mudah, semakin cepat, dan semakin murah.

"Silakan pengusaha dari NTB mengambil peran lebih efisien, baik lewat Pelabuhan Ketapang atau lewat Pelabuhan Jangkar. Ditambah sekarang sedang proses finalisasi tol Probolinggo-Banyuwangi," kata Khofifah kepada SURYAMALANG.COM, Senin (27/2/2023).

Menurutnya, misi dagang antara Jatim dengan NTB ini sebagai kebutuhan untuk bisa saling melihat penguatan dua provinsi, terutama dalam proses efektivitas proses petik, olah, kemas dan jual.

“Kami harus melihat hulu-hilirnya, yakni tanam, petik, olah, kemas, dan jual," terang Khofifah.

Misalnya, kopi di Jatim dibangun melalui communal branding untuk memenuhi kualitas dan standar kebutuhan pasar ekspor.

"Pasar ekspor sering butuh skala yang besar. Untuk itu sangat bisa jika dibangun kolaborasi communal branding dengan kopi dari NTB. Jadi peluang pasar ekspor besar dengan kami bangun sinergitas produk dari Jatim dan NTB," imbuhnya.

Pemprov Jatim telah membangun communal branding untuk produk kopi agar siap masuk pasar ekspor.

Ketika ada permintaan dalam jumlah besar, Pemprov bisa memenuhi permintaan tersebut.

Jatim telah mengekspor 200 ton kopi ke Mesir pada Oktober 2022. Kopi tersebut dipasok dari Bondowoso, Jombang, dan Madiun dalam format communal branding.

"Jika ada komoditas kopi tertentu dari NTB yang ingin masuk dalam paket communal branding tersebut, silakan. Ini bisa saling menguatkan," lanjut Khofifah.

Khofifah mengatakan misi dagang ini menjadi bagian dari membangun kekuatan bersama melalui sinergitas, kolaborasi, dan partnership.

Menurutnya, saat ini tidak ada kekuatan yang bisa diandalkan tanpa membangun sinergitas, kolaborasim dan partnership.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved