Selasa, 14 April 2026

Berita Surabaya Hari Ini

Polisi Teliti Harta Majikan dan Pembantu Sepuh Tewas Terpanggang Api di Surabaya

Sri Wahyuni (65) atau Bu Heri merupakan pemilik rumah. Sedangkan Ngatijem (68) atau Bu Balok merupakan pembantu di rumah tersebut. 

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yuli A
luhur pambudi
EVAKUASI - Pembantu sepuh bernama Ngatijem (68) mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan majikan bernama Sri Wahyuni (65) saat kebakaran di rumah dua lantai, Jalan Menanggal III, Gang Jeruk No 9-B, Gayungan, Surabaya, Senin (27/2/2023) pagi. Sri Wahyuni (65) atau Bu Heri merupakan pemilik rumah. Sedangkan Ngatijem (68) atau Bu Balok merupakan pembantu di rumah tersebut.  

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Anggota Polsek Gayungan Polrestabes Surabaya terus menyelidiki kebakaran rumah dua lantai, Jalan Menanggal III Gang Jeruk No 9-B, Gayungan, Surabaya, hingga menewaskan majikan dan pembantu pada Senin (27/2/2023) pagi. 

Sri Wahyuni (65) atau Bu Heri merupakan pemilik rumah. Sedangkan Ngatijem (68) atau Bu Balok merupakan pembantu di rumah tersebut. 

Kanit Reskrim Polsek Gayungan Polrestabes Surabaya Ipda Djoko Setiyono mengatakan, pihaknya menguji hipotesis adanya dugaan unsur tindak pidana.

Misalnya, mendeteksi adanya motif tertentu dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan upaya menghilangkan nyawa seseorang secara langsung maupun tidak langsung untuk penguasaan harta.  

Namun, menurut Djoko, berdasarkan data hasil penyelidikan sementara dan olah TKP bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya, pihaknya belum mendapati adanya benda berharga milik kedua korban yang hilang. Bahkan, beberapa perhiasan dari korban Ngatijem masih melakat pada tubuhnya. 

"Kalau dilihat di TKP, perhiasan dari si pembantu itu masih ada atau masih melekat," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (27/2/2023). 

Baca juga: Pembantu Sepuh Terpanggang Api saat Berupaya Selamatkan Majikan, Korsleting AC Picu Kebakaran

Selain itu, Djoko menerangkan, pihak juga masih harus memintai keterangan pihak anggota keluarga korban untuk memastikan harta benda korban di dalam rumah. 

Guna memastikan apa ada beberapa benda berharga yang hilang. "Karena keluarga masih di RSUD Dr Soetomo kemudian anaknya ini kan perawat di RS Al, nanti kita coba gali-gali, apakah ada perhiasan yang hilang," terangnya. 

Kendati demikian, Djoko menambahkan, pihaknya masih terus mendalami segala kemungkinan dalam proses penyelidikan atas insiden kebakaran tersebut. 

Apalagi pihaknya masih menunggu hasil Laboratorium Forensik (Labfor) yang dilakukan oleh Tim Bidang Labfor Polda Jatim, untuk memastikan penyebab utama kebakaran tersebut. 

Dari hasil analisis beberapa barang bukti yang diamankan petugas. Yakni potongan alat kipas angin, mesin AC dan kaleng semprot diduga berisi cairan kimia pengusir serangga. 

"Mesin kipas, AC, dan kaleng diduga isinya alat semprot, entah buat nyamuk atau apa karena terbakar. Tentu, kami juga menunggu hasil pasti dari Labfor untuk memastikan penyelidikan ini," pungkasnya. 

Sebelumnya, dua orang wanita kategori lanjut usia (lansia) yang tewas dalam insiden kebakaran itu, seorang korban bernama Ngatijem (68) atau dipanggil 'Bu Balok', merupakan pembantu di rumah tersebut. 


Berdasarkan dokumentasi foto milik petugas yang dilihat TribunJatim.com. Ngatijem ditemukan tewas dengan posisi tubuh tergeletak di depan kamar yang terbakar. Dalam keadaan mengalami luka bakar di area tubuh bagian atas. Dari perut hingga kepala. 


Sedangkan, korban lainnya, Sri Wahyuni (65) atau dipanggil 'Bu Heri', merupakan pemilik rumah. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved