Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Pemerintah Dorong Digitalisasi Perdagangan di Kota Malang

UMKM adalah pilar perdagangan di Indonesia dan Kota Malang memiliki potensi UMKM yang tinggi untuk dikembangkan menjadi digitalisasi perdagangan.

Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/Benni Indo
Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga berinteraksi dengan pedagang daging di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang. Pemerintah mendorong agar digitalisasi perdagangan bisa diaplikasikan oleh pedagang. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Pemerintah Indonesia terus mendorong digitalisasi perdagangan di tingkat daerah.  Digitalisasi perdagangan dinilai sebagai sebuah keniscayaan pada era saat ini.

Kota Malang menjadi salah satu daerah yang juga didorong bisa mengembangkan digitalisasi perdagangan.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga menyatakan potensi digitalisasi perdagangan bisa dimulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ia menjelaskan, UMKM adalah pilar perdagangan di Indonesia. Kota Malang memiliki potensi UMKM yang tinggi untuk dikembangkan menjadi digitalisasi perdagangan.

"97 persen tenaga kerja kontribusi dari UMKM. Kontribusi UMKM terhadap PDB hampir 64 persen dengan jumlah 63 juta di Indonesia. UMKM menjadi pilar penting menjaga dan meningkatkan perdagangan. Kami terus mencoba bagaimana mendigitalisasi UMKM," ujarnya, Kamis (9/3/2023).

Melihat potensi yang ada di Kota Malang, Jerry mengutarakan harapannya agar ada kolaborasi yang intensif antara pemerintah daerah dengan pusat.

Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi akan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku UMKM. Pasalnya, dengan digitalisasi, jangkauan pemasarannya bisa sangat luas.

Di samping itu, Jerry mengajak para pedagang bisa meningkatkan literasi keuangannya. Pasalnya, perdagangan selalu membutuhkan sektor keuangan. Maka dari itu, aspek literasi keuangan sangat penting diketahui oleh pedagang.

"Perdagangan juga sangat erat kaitannya dengan keuangan. Artinya, inklusi keuangan penting agar memudahkan pedagang bertransaksi dengan perbankan," jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan, Eko Sri Yuliadi mengungkapkan potensi digitalisasi perdagangan di Kota Malang sangat besar. Selain adanya UMKM, Kota Malang juga selalu didatangi ratusan ribu mahasiswa baru. Datangnya ratusan ribu mahasiswa baru itu menjadi potensi sendiri untuk memasarkan produk UMKM.

"Ada 52 perguruan tinggi dan sekitar 600 ribu mahasiswa baru pertahun yang datang. Inilah potensi yang harus digali," ujarnya.

Kata Eko, banyak anak muda di Kota Malang yang bisa diajak berkolaborasi untuk mendukung digitalisasi perdagangan. Bahkan sudah ada beberapa platform startup yang menyediakan jasa jual beli di Kota Malang.

Pasar-pasar yang ada di Kota Malang juga menjadi perhatian tersendiri bagi Eko. Ada 26 pasar di Kota Malang, 8 di antaranya sudah direvitalisasi.

Di 8 pasar ini, pemerintah telah memberikan edukasi agar para pedagang bisa bertransaksi secara non tunai.

"Ada 25 ribu pedagang di Kota Malang. Semua pasar yang telah direvitalisasi sudah diupayakan untuk digitalisasi. Saya kira Diskopindag sangat terbuka atas perubahan transformasi manual ke digital. Kami banyak lakukan sosialisasi, contoho di Pasar Blimbing dan pasar lain, kami coba ubah transaksi ke arah digital," ujarnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved