Jumat, 24 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Andang Bachtiar dan Penyelaras akan Rilis 15 Lagu Bergaya Artrock

Andang Bachtiar dan Penyelaras akan merilis album Geopuisilosofi kedua dengan tajuk “Mata Air Mata”.

|
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
dok.ist
Andang Bachtiar dan Penyelaras akan merilis album Geopuisilosofi kedua dengan tajuk “Mata Air Mata”. Acara rilis album tersebut akan dimeriahkan dengan pagelaran konser mini di Ubud Cottages & Hotel pada Sabtu, 11 maret 2023, pukul 15.00 WIB. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Andang Bachtiar dan Penyelaras akan merilis album Geopuisilosofi kedua dengan tajuk “Mata Air Mata”. Acara rilis album tersebut akan dimeriahkan dengan pagelaran konser mini di Ubud Cottages & Hotel pada Sabtu, 11 maret 2023, pukul 15.00 WIB.

Dalam rilis resmi yang diterima Surya, album tersebut berisikan 15 lagu. Lagu-lagu yang dibuat berasal dari sekumpulan tulisan puisi Andang Bachtiar selama 25 tahun.

“Isi album berasal dari puisi yang ditulis di lapangan, ditulis di ruang kuliah, di depan batuan, di kemacetan Jakarta, di atas pesawat menuju Eropa, di ruang-ruang pertemuan bisnis maupun pemerintahan, di rawa-rawa lokasi pemboran, dan di berbagai tempat lainnya,” ujar Andang, Senin (13/3/2023).

Gaya musikal pada album “Mata Air Mata” berbeda dengan album pertama. Pada album pertama, karya yang dibuat merupakan hasil eksplorasi etnik dan repertoar puisi eksperimental sedangkan untuk album kedua lebih bergaya artrock dengan tambahan unsur opera.

Album “Mata Air Mata” merupakan media bagi Andang Bachtiar untuk menyuarakan tentang sesuatu yang lebih hulu daripada mata air, yang dinamakan daerah imbuhan atau “recharge area”.

Andang Bachtiar menjelaskan bahwa kalau dari muara sungai ke mata air hanya bicara tentang air permukaan, dari hulu sungai ke arah daerah imbuhan bicara tentang air tanah, yang berarti bicara tentang lapisan-lapisan bumi pembawa air tanah.

Melalui album ini, pendengar diajak untuk merespon kondisi lingkungan saat ini dan upaya merawat serta menjaganya. Pasalnya, untuk mempunyai mata air yang bersih, harus dipastikan daerah imbuhan tidak tercemari, vegetasi tetap rimbun untuk memfasilitasi penyerapan air ke dalam Bumi.

“Jangan sampai mata air jiwa mengering berubah menjadi air mata: kesedihan, penyesalan, dan kematian rasa,” ungkap Andang.

Selain itu beberapa lagu juga menginterpretasikan pemikiran dan hasil analisa yang diperoleh Andang selama perjalanannya menelusuri ruang geologi dengan untaian kata berima dan berirama.

Andang Bachtiar dan Penyelaras adalah sebuah grup musik yang didirikan dan dipimpin oleh Andang Bachtiar, seorang geologist yang telah berkiprah selama 40 tahun dan sempat menjadi Ketua Ikatan Ahli geologi indonesia (IAGI) selama 5 tahun.

Dalam album kedua ini, terdapat perbedaan dalam formasi penyelaras, jika pada album pertama berisikan Charles Djalu yang bertindak sebagai pengaransemen lagu dan vocal, Endri Wejoe sebagai bassist, Retno Pamedarsih sebagai vocalist, Redy Eko Prastyo memainkan dawai cempluk, Andika sebagai arranger dan keyboardist. Kini terdapat additional player, yaitu Angga sebagai drummer, dan Wahyu K pada gitar. (Benni Indo)

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved