Berita Malang Hari Ini
Bulog Malang Belum Tentukan Angka Serapan pada Panen Awal 2023
Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Malang masih belum memiliki target serapan gabah dan beras di masa panen raya pertama 2023.
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM | MALANG – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Malang masih belum memiliki target serapan gabah dan beras di masa panen raya pertama 2023.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Malang, Wira Hutomo saat ditemui di tempat kerjanya menerangkan, belum adanya target serapan tersebut karena petunjuk teknis terkait target serapan belum diterima Bulog Malang dari pusat.
Ia mengatakan, pimpinannya sedang mengikuti rapat di Kantor Wilayah Jawa Timur untuk membahas target serapan pada panen awal 2023 ini. Rapat tersebut diperkirakan akan berlangsung selama dua hari sejak Selasa (14/3/2023).
“Besok sore sepertinya selesai rapatnya. Setelah rapat, akan ada angka targetnya,” ujarnya, Selasa (14/3/2023).
Wira menegaskan, Bulog Malang memiliki kewajiban untuk menyerap gabah dan beras di wilayah kerjanya. Wilayah kerja Bulog Malang meliputi Malang Raya, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.
Pada 2022, Bulog Malang merealisasikan serapan hingga 4.700 ton di wilayah kerjanya. Bulog Malang akan menyerap gabah dan beras dari petani jika sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Salah satu kriteria yang diamati yakni kualitasnya medium, kadar airnya sesuai standar dan tingkat kerusakan tidak tinggi. Syarat lain yang sangat menentukan adalah harga.
“Jadi kalau untuk target serapan, sifatnya top-down, sesuai instruksi dari pusat,” ujarnya.
Bulog Malang berdasarkan SK Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 62/KS.03.03/K/3/2023 tentang Fleksibilitas Harga Gabah atau Beras dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 5.000 per kilogram, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp 6.200 per kg, GKG di gudang Perum Bulog Rp 6.300 per kg, dan beras di gudang Perum Bulog Rp 9.950 per kg. Ketetapan ini akan berlaku hingga terbitnya Peraturan Badan Pangan Nasional yang terbaru.
“Jika di atas harga itu, kami tidak bisa,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan menyatakan puncak panen raya di Kota Malang direncanakan terjadi pada April 2023. Per tahun, produksi gabah di Kota Malang disebutnya mencapai 15 ribu ton dari 803 hektare lahan yang ditanami padi.
Petani di Kota Malang memiliki kebebasan untuk menjual berasnya ke siapapun, apakah ke Bulog atau pihak lain. Slamet mengatakan, jika ingin menjual ke Bulog, maka harus sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Bulog.
“Dulu memang pernah ada produksi dari Kota Malang yang diserap oleh Bulog, namun angka lebih pastinya silahkan tanya ke Bulog. Kalau kami, lebih ke usaha taninya,” ujarnya.
Slamet menyatakan, petani di Kota Malang menyambut baik harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani senilai Rp 5.000 per kilogram, sesuai SK Bapanas.
“Kalau dilihat dari harga yang kemarin, antara Rp 5000 hingga Rp 6000, harga GKP itu menurut petani ya alhamdulillah sudah cukup baik. Kan juga sudah ada surat keputusan edaran yang menentukan harga,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wakil-Pimpinan-Cabang-Bulog-Malang-Wira-Hutomo.jpg)