Kamis, 23 April 2026

Berita Lamongan Hari Ini

Pria 29 Tahun Hilang 6 Hari, Ternyata Mengapung di Bengawan Solo Wilayah Lamongan

Warga Tuban yang hilang selama 6 hari ditemukan terapung di aliran sungai Bengawan Solo di Lamongan, di Babat Barrage wilayah Desa Kendal.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yuli A
hanif manshuri
EVAKUASI - Warga Tuban yang hilang selama 6 hari ditemukan terapung di aliran sungai Bengawan Solo di Lamongan, di Babat Barrage wilayah Desa Kendal Kecamatan Sekaran. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN  - Warga Tuban yang hilang selama 6 hari ditemukan terapung di aliran sungai Bengawan Solo di Lamongan, di Babat Barrage wilayah Desa Kendal Kecamatan Sekaran.

 Korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi tubuh yang sudah susah dikenali


Jasad  warga Tuban yang ditemukan terapung di Lamongan itu dikenali bernama  Mariono (29) warga Desa/Kecamatan Widang, Tuban.

Korban dilaporkan keluarganya terakhir diketahui pada Jumat (10/3/2023) sekitar pukul 05.00 WIB. Ketika itu, orang tua korban melihat korban keluar rumah dengan mengenakan kaos warna hitam dan sarung berwarna abu-abu.

 "Informasi dari keluarga, korban saat itu usai melaksanakan ibadah sholat subuh, namun kemudian korban diketahui tidak kembali lagi ke rumah," kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro kepada SURYA.co.id,  Kamis (16/3/2023). 


Hilangnya korban akhirnya terjawab, korban ditemukan  di Lamongan pada Kamis (16/3/2023) ketika seorang saksi bernama,  Nurwafi (36) seorang Satpam yang ada di Babat Barrage di Desa Kendal, Kecamatan Seka mendapat informasi dari warga yang sedang mencari ikan bahwa ada mayat yang terapung di Bengawan Solo yang melintas di Lamongan.


 "Saksi kemudian melakukan pengecekan di pintu air bendungan nomor 1, dan benar bahwa ditemukan mayat yang tersangkut di pintu air," ujarnya. 


Pada saat ditemukan, jasad diketahui mengenakan kaos hitam dan celana pendek warna biru. Temuan itu kemudian dilaporkan  ke Polsek Sekaran. Polsek Sekaran bersama petugas dari BPBD Lamongan kemudian meluncur ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban.


Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Muhammad Muslimin menambahkan, petugas dari BPBD Lamongan menemukan korban tak jauh dari pintu air bendungan yang ada di Bengawan Solo tersebut. 


Muslimin menyebut, saat ditemukan korban sudah tidak bisa dikenali karena kondisi tubuh sudah rusak atau hancur. Keluarga korban, atas nama Sutrisno yang adalah sepupu korban, memastikan korban yang ditemukan di pintu air Bendung Gerak Babat tersebut adalah keluarganya yang hilang.


Saat ini, penanganan jenazah sudah diambil alih oleh Polsek Widang dan sudah dibawa pulang ke rumah duka di Tuban. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved