Rabu, 29 April 2026

Mojokerto

Struktur Bata Kuno Diduga Era Majapahit Ditemukan di Ladang Jagung Trowulan, Ada Koin China

Sebuah struktur bata sepanjang 10 meter yang diduga dari era Kerajaan Majapahit ditemukan terkubur di lahan pertanian warga di Desa Beloh, Trowulan.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Mohammad Romadoni
PENEMUAN STRUKTUR KUNO - Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, melakukan aktivitas survei penyelamatan situs di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN), tepatnya di Dusun/ Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Survei penyelamatan yang dilakukan BPK Jatim di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan ini berawal dari laporan warga yang menemukan bata kuno saat aktivitas pembuatan bata merah. 
  • Dalam proses ekskavasi selama empat hari, tim menemukan struktur bata yang menunjukkan adanya tiga periode pembangunan atau penghunian yang berbeda. 
  • Selain struktur sepanjang 10 meter, tim menemukan koin logam (uang kepeng) China dan benda unik menyerupai mata kail pancing sepanjang 7 cm berbahan perunggu. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Teka-teki peradaban Majapahit di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur kembali terkuak. 

Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur menemukan struktur bangunan yang unik karena memiliki indikasi tiga periode penghunian yang berbeda.

Struktur sepanjang 10 meter tersebut menunjukkan bahwa lokasi tersebut pernah ditempati, ditinggalkan, dan kemudian dibangun kembali pada masa kejayaan raja-raja Majapahit terdahulu.

Lokasi Penemuan Struktur Kuno

Melalui survei penyelamatan situs di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, penggalian dipusatkan di lokasi penemuan struktur, yang berada persis di tengah ladang jagung Dusun/ Desa Beloh, Kecamatan Trowulan.

Dalam ekskavasi tersebut ditemukan susunan bata dengan panjang sekitar 10 meter, diduga sisa bangunan dari peradaban Kerajaan Majapahit. 

Baca juga: Video Viral Benda Purbakala di Situs Mejo Miring Desa Siraman Blitar Dijarah, Pelaku Simpan Jarahan

Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan dan Advokasi (PPA) Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Ning Suryati mengatakan penggalian dilakukan selama empat hari dan akan berakhir besok, Kamis 23 April 2026.

Tujuan survei penyelamatan adalah guna mengetahui potensi keberadaan situs berharga di daerah sekitar.

"Temuan struktur bata ini, apakah menunjukkan indikasi memang ada struktur bangunan atau tembok dan kita berusaha menyelamatkannya," ujar Suryati saat ditemui di Trowulan, Rabu (22/4/2026).

Temuan Berawal dari Laporan Perajin Bata

Suryati menjelaskan, temuan ini bermula dari laporan Polsus yang berpatroli di kawasan KCBN, mereka mendapatkan informasi dari warga bernama Sutikno (47) warga Desa Domas, Trowulan yang pertama kali menemukan bata kuno tertimbun tanah di sebuah linggan atau pembuatan bata merah.

Pada saat pengecekan awal dilakukan, arkeolog menemukan struktur bata (Umpak) di Tesped (Kotak 1) sisi barat selatan, pada 9 April 2026.

Baca juga: Arca Dwarapala Condrogeni Diteliti, Benda Purbakala Peninggalan Era Peralihan Kadiri–Majapahit

Masih di lokasi yang sama juga ditemukan lumpang batu kuno.

Berdasarkan temuan ini survei penyelamatan dimulai, lokasi pengalian menghadap utara- selatan dengan luas 12 meter x 21 meter. 

Terdapat 7 kotak dalam pengalian ini, masing-masing kotak antara 2,5 meter.  

"Di kotak TP 2 sampai TP 5 itu temuan struktur bata, panjang sekitar 10 meter. Ditemukan koin logam satu mata uang kepeng China, kemudian benda seperti mata pancing," jelasnya.

Diduga dari Era Majapahit

PPA Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Ning Suryati mengungkapkan temuan ini erat kaitannya dengan peninggalan Majapahit, namun hal tersebut masih menjadi misteri lantaran belum dapat dipastikan kebenarannya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved