Sabtu, 18 April 2026

Ledakan di Villa Bukit Tidar

Rumah Warga di Perumahan Villa Bukit Tidar Kota Malang Meledak, Ternyata Ini Penyebabnya

Suara ledakan yang begitu kencang, menggegerkan warga Perumahan Villa Bukit Tidar (VBT) Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

|
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: rahadian bagus priambodo
suryamalang.com/kukuh kurniawan
Rumah milik Fauzi yang meledak. Terlihat, atap serta plafonnya dalam kondisi ambrol dan hancur. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Suara ledakan yang begitu kencang, menggegerkan warga Perumahan Villa Bukit Tidar (VBT) Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Diketahui, bahwa suara ledakan tersebut berasal dari rumah Fauzi (39) warga Perumahan Villa Bukit Tidar.

Kapolsek Lowokwaru, AKP Anton Widodo mengatakan, kejadian itu terjadi pada Kamis (11/5/2023) sekitar pukul 22.13 WIB.

"Suara ledakan itu terdengar oleh warga. Tidak lama kemudian, warga bersama dengan petugas satpam mendatangi rumah tersebut," ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (12/5/2023).

Saat warga dan satpam masuk ke dalam rumah, tercium bau gas elpiji menyengat.

Dan saat dicari, ternyata pemilik rumah Fauzi bersama anggota keluarganya yang lain sedang tertidur lelap.

Akhirnya, mereka pun dibangunkan dan diberitahu terkait kejadian tersebut.

Seperti diketahui, rumah tersebut dihuni oleh empat orang. Yaitu, Fauzi dan adiknya yang bersama anak dan istri.

"Saat dicek, kondisi genteng dan plafon sudah ambrol, lalu bau gas elpiji tercium menyengat di bagian area dapur.

Saat dilihat, kondisi regulator masih terhubung. Dan melihat regulator yang tertancap, langsung dilepas dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram tersebut," bebernya.

Kemudian keesokan harinya atau pada Jumat (12/5/2023) ini, petugas Polsek Lowokwaru bersama Inafis Polresta Malang Kota melakukan olah TKP

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya bekas gosong atau terbakar karena api.

"Kejadian ledakan ini, diduga terjadi akibat pemilik rumah lupa mematikan tombol pemantik kompor. Akhirnya, gas elpiji tersebut terus keluar hingga memenuhi ruangan. Dan karena terpantik sesuatu, akhirnya meledak," terangnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dan dari hasil asesmen, diketahui korban merugi hingga Rp 100 juta.

Pihak kepolisian juga telah memastikan, bahwa tidak ada bahan peledak di seluruh area rumah tersebut.

"Dari hasil olah TKP, penyebab ledakan berawal dari menguapnya gas elpiji 12 kilogram dari kompor yang tidak dimatikan dengan benar.

Dan di area dapur pada rumah tersebut, tidak ada ventilasi udara. Sehingga jika terjadi kebocoran, gas tidak dapat keluar dan terkonsentrasi di area dapur," pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved