Berita Lamongan Hari Ini
4 Komputer Raib Dampak Pertikaian Petinggi Kampus Universitas Islam Lamongan
Perseteruan dua kubu di Universitas Islam Lamongan (Unisla ) terus berlanjut, bahkan kini muncul dugaan sabotase barang inventaris kampus.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yuli A
SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Perseteruan dua kubu di Universitas Islam Lamongan (Unisla ) terus berlanjut, bahkan kini muncul dugaan adanya sabotase barang inventaris milik kampus.
Ada 4 CPU yang hilang 'diamankan' oleh pihak-pihak yang berseteru di kampus hijau di jalan Veteran nomor 53 A tersebut.
Puncaknya, sore menjelang Maghrib, pembina Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri, Ujang Irawan, Sekretaris YPPTI, Mufidz didampingi sejumlah orang bertandang ke rumah seorang Pembina YPPTI, Malkan di jalan Kusuma Bangsa.
Kedatangan Ujang bersama sejumlah orang bermaksud menanyakan 4 CPU yang menurut informasi diamankan Malkan dan Achmad Najih.
Di rumah Malkan, Ujang cs hanya bisa di pelataran dan tidak sampai bisa masuk ke dalam rumah. Kedatangan mereka ditemui oleh anak kandung Malkan, Zainudin Afif.
Salah satu kuasa hukum Ujang sempat bersitegang adu mulut dengan Zainudin Afif. Keduanya adu argumentasi, kuasa hukum datang berpijak pada hukum, sementara Afif tetap minta menyelesaikan semuanya di kampus.
Menurut Zainudin Afif saat ditemui Surya.co.id, orang tuanya sedang tidak bisa ditemui. Namun mereka berusaha memaksa hendak masuk rumah.
"Memang tak sampai masuk, tapi ada yang dengan menggedor pintu rumah, kaca , dan fentilasi, " ungkap Afif.
Afif mengaku tidak tahu persoalan Unisla, dimana orang tuanya sebagai pembina di YPPTI Sunan Giri yang menaungi Unisla.
"Saaya tidak tahu, saya terusik. Nada keras, " kata Afif yang melihat ada sekitar 10 orang yang datang.
Zainudin Afif akhirnya melaporkan ke Polres Lamongan terkait apa yang terjadi di rumahnya. " Saya membuat laporan polisi. Yang saya tahu Ujang dan pak Mufid ya dua orang itu yang laporkan, " kata Afif saat melaporkannya ke SPKT Polres Lamongan, malam ini.
Pembina YPPTI Dipolisikan
Sementara itu, Ujang Irawan saat dikonfirmasi Surya.co.id membenarkan kedatanganya ke rumah Malkan. Kedatanganya bermaksud menanyakan 4 CPU milik Unisla yang informasinya diamankan Malkan dan Achmad Najikh.
"Katanya CPU (4 unit CPU) dibawa Pak Malkan dan Pak Najikh. Jadi saya datangi untuk menanyakan keberadaan CPU itu, " kata Ujang.
CPU itu sangat penting karena menyangkut keberlangsungan pendidikan di Unisla.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/KONFLIK-DI-UNISLA-pengacara-dengan-putra-Malkan-Zainudin-Afif.jpg)