Senin, 13 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Pertuni Kota Malang: Akses Difabel Jangan Sampai Terganggu

UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang mengajak 28 klien jalan-jalan di trotoar Kayutangan Heritage, Kota Malang

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Penyandang disabilitas netra menyebrangi jalan di Kayutangan Heritage, Kota Malang, Senin (15/5/2023). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang mengajak 28 klien jalan-jalan di trotoar Kayutangan Heritage, Kota Malang, Senin (15/5/2023).

Kawasan Kayutangan Heritage dipilih karena telah memiliki jalur pemandu atau guiding block.

Kasi Rehabilitasi Sosial, Anantya mengatakan jalur pemandu di kawasan Kayutangan telah tersedia dari ujung sampai ujung.

Tapi, belum ada keterangan dalam huruf Braile dan keselamatan penyeberangan bagi difabel, khususnya difabel netra.

Menurutnya, keterangan tulisan Braile sangat penting untuk menunjang kawasan Kayutangan sebagai tempat heritage.

Tanpa ada huruf Braile, difabel netra hanya berjalan-jalan saja, tanpa bisa membaca informasi tentang kawasan.

Padahal, kawasan heritage tersebut harus bisa memberi informasi kepada publik secara menyeluruh.

"Fasilitas seperti ini sangat penting untuk menunjang kemandirian. Ketika dilepas ke masyarakat, difabel bisa mandiri. Fasilitas seperti ini sangat penting sekali karena difabel netra tidak selalu ada pendampingnya," kata Anantya kepada SURYAMALANG.COM.

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Malang, Suratno mengatakan fasilitas pendukung difabel di Kayutangan Heritage harus bisa dijaga dengan baik.

Selama ini pedagang sering membuka warung di atas trotoar sehingga menghalangi jalan.

Kondisi tersebut sangat menyulitkan orang tunanetra. Menurutnya, Suratno, tunanetra selalu bingung jika menemui halangan atau hal baru di jalan.

"Saya berharap akses difabel jangan sampai terganggu. Difabel harus dibikin senayaman mungkin. Bukan hanya netra, tapi juga difabel lain agar mereka bisa menikmati suasana Kayutangan Heritage," ujar Suratno.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved