Berita Malang Hari Ini
Anak Tak Lolos, Ortu Nangis di Posko PPDB Kota Malang
Wanita yang tidak mau menyebutkan namanya menangis di Posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Malang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Wanita yang tidak mau menyebutkan namanya menangis di Posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Selasa (13/6).
Wanita itu menangis karena anaknya tidak lolos masuk SMPN 11 Kota Malang.
Sesuai aturan, calon peserta didik baru (CPDB) jalur zonasi bisa memilih maksimnal tiga sekolah.
Tapi, suami dari wanita itu hanya memilih satu sekolah untuk anaknya, yaitu SMPN 11.
Sang ayah sengaja memilih sekolah yang berlokasi di Jalan Ikan Piranha Atas tersebut karena dekat dengan rumahnya di Kemirahan.
"SMPN lain jauh dari rumah, nanti tidak ada yang mengantarkan karena semuanya bekerja," kata wanita itu kepada SURYAMALANG.COM.
Wanita itu sengaja datang ke Posko PPDB dengan harapan bisa menambah dua pilihan SMPN lain. Tapi, pilihan itu sudah final dan tidak bisa ditambahkan lagi.
Memang ada pendaftar yang hanya memilih satu sekolah. Diperkirakan pendaftar itu percaya diri bakal diterima di sekolah karena jarak rumah ke sekolah relatif dekat.
Tapi, pendaftar tidak memperkirakan banyak calon siswa yang rumahnya lebih dekat dengan sekolah.
Yudi berharap anaknya bisa skeolah di SMP negeri. Pria asal Tanjungrejo ini sempat mendaftarkan anaknya melalui PPDB jalur prestasi nilai rapor dengan pilihan SMPN 6, SMPN 2, dan SMPN 9. Tapi, sang anak tidak lolos.
Kini Yudi berharap sang anak bisa masuk SMP negeri melalui PPDB jalur zonasi.
Saat pendaftaran, sekolah memilihkan SMPN 30, SMPN 15, dan SMPN 17 untuk anak tersebut.
"Saya khawatir anak saya diterima di SMPN yang jauh dari rumah. Nanti tidak ada yang mengantarkan. Kalau naik, harus dua kali angkot, dan biayanya besar. Naik ojek online (ojol) juga berat," kata Yudi.
Yudi tidak ingin anaknya mengalami nasib serupa dengan sang kakak. Sang kakak sempat sekolah di SMKN yang berada di Kota Malang sisi timur.
Yudi mengungkapkan angko paling pagi tiba sekitar pukul 06.00 WIB. Karena rumahnya jauh, sang kakak baru tiba di sekolah sekitar pukul 07.15 WIB.
"Akhirnya kakaknya kena skorsing karena sekolah masuk pukul 07.00 WIB," terang Yudi.
Yudi berharap sang anak sekolah di SMPN yang dekat dengan rumahnya. Yudi dan anaknya datang ke Posko PPDB untuk mengubah pilihan tiga SMPN. "Saat di Posko, katanya pilihan sudah final," kata Yudi.
Sebanyak 15 orang sempat datang ke Posko PPDB selama masa pendaftaran PPDB jalur zonasi. Koordinator Posko PPDB Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim mengatakan tidak ada keluhan terkait titik zonasi.
"Pendaftar kan telah memasukkan data koordinat ke aplikasi, sehingga muncul alamatnya," kata Muflikh.
PPDB zonasi adalah PPDB terakhir untuk masuk SMPN di Kota Malang. Pagu PPDB jalur zonasi ini adalah 50 persen dari pagu setiap sekolah.
Daya tampung masuk SMPN di Kota Malang dalam PPDB 2023 sebanyak 6.820 siswa. Kuota ini dari jalur zonasi, inklusi, afirmasi, prestasi lomba, prestasi rapor dan mutasi orang tua.
Disdikbud telah mengumumkan siswa yang lolos jalur prestasi nilai rapor pada Jumat (9/6). Sekolah menyiapkan pagu sekitar 25 persen dari jalur prestasi nilai rapor. Jalur prestasi nilai rapor ini menerima 1699 calon siswa.
Sedangkan pagu jalur zonasi mencapai 50 persen di setiap sekolah. Total siswa yang akan diterima dari jalur ini mencapai 3.376 orang.
Ada 30 SMPN di Kota Malang. Dari 30 SMPN tersebut, tiga SMPN merupakan sekolah baru, yaitu SMPN 28, SMPN 29, dan SMPN 30.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/suasana-di-posko-ppdb-di-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-kota-malang-selasa-1362023.jpg)