Rabu, 15 April 2026

Berita Malang Hari Ini

120 Personel Siaga di Sekitar Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang

Polresta Malang Kota mengerahkan sekitar 120 personel gabungan pasca aksi sweeping oleh mahasiswa di sekitar Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Polisi dan Satpol PP Kota Malang siaga di depan kampus Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), Kota Malang, Senin (26/6). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Polresta Malang Kota mengerahkan sekitar 120 personel gabungan pasca aksi sweeping oleh mahasiswa di sekitar Jalan Raya Tlogomas, Kota Malang.

Personel gabungan ini berasal dari Polresta Malang Kota, Kodim Kota Malang, dan Satpol PP Kota Malang.

Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Supiyan mengatakan penyiagaan personel gabungan ini untuk memberi rasa aman kepada masyarakat.

"Kami tidak ingin masyarakat ketakutan, cemas, dan khawatir," kata Supiyan kepada SURYAMALANG.COM, Senin (26/6).

Polresta Malang Kota sudah mempertemukan kelompok mahasiswa dan warga di Polsek Lowokwaru.

Pertemuan itu menghasilkan tiga poin, yaitu kelompok mahasiswa minta maaf atas ketegangan yang terjadi pada Minggu (25/6) malam, kelompok mahasiswa sanggup bersikap sopan kepada warga dan tidak berbuat serta melanggar hukum, dan kelompok mahasiswa bertanggung jawab secara perdata akibat keributan kemarin.

"Bila ada yang melanggar, kami akan proses hukum. Kami akan tangani pelanggaran tersebut secara proporsional, tegas, dan terukur," terangnya.

Sementara itu, Kodim Kota Malang, Satpol PP Kota Malang, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) bertemu dengan Rektor Unitri Prof Eko Handayanto MSc Phd.

Eko mengatakan pertemuan ini untuk meningkatkan komunikasi antar berbagai pihak.

"Sebenarnya kami sedang rapat akademik dan non akademik. Kami sudah rancang rapat ini sejak pekan lalu. Kemudian datang para tamu dari berbagai lembaga tersebut," kata Eko.

Wali Kota Malang, Sutiaji minta mahasiswa dari luar Kota Malang bisa beradaptasi dengan norma masyarakat sekitar.

Menurutnya, Kota Malang terbuka untuk siapa saja yang datang.

"Kepada mahasiswa, saya minta agar tidak melakukan kebiasaan tidak baik. Bagi sebagian, mungkin kebiasaan itu merupakan hal biasa. Tapi, tolong jangan lakukan di sini," kata Sutiaji.

Sutiaji mengungkapkan ketegangan di Jalan Raya Tlogomas bukan akibat minuman keras (miras).

Kericuhan bermula saat mahasiswa bermain musik bersamaan dengan azan magrib.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved