Investor Makin Tergiur Masuk Kawasan Industri, Data Center Cukup Ekspansif
Permintaan lahan di kawasan industri terus meningkat, baik dari investor lokal maupun investor mancanegara.
SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Permintaan lahan di kawasan industri terus meningkat, baik dari investor lokal maupun investor mancanegara. Bisnis pengelolaan kawasan industri pun terus tumbuh positif.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Sanny Iskandar mengatakan minat investor untuk datang dan membeli lahan di berbagai kawasan industri cenderung tumbuh positif.
Tapi, proses negosiasi sampai transaksi penjualan lahan kawasan industri butuh waktu cukup lama.
Investor perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum benar-benar ekspansi mengembangkan bisnisnya di kawasan industri.
"Keberlangsungan usaha butuh situasi ekonomi yang kondusif dan jaminan keamanan," kata Sanny, Jumat (30/6).
Calon tenant kawasan industri juga akan mempertimbangkan aspek kepastian hukum terkait tata ruang dan pertanahan, perizinan usaha, sampai sinkronisasi peraturan antar kementerian/lembaga atau pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Hal-hal itu bisa mempengaruhi proses transaksi jual-beli lahan kawasan industri.
Saat ini sektor yang cukup ekspansif di kawasan industri antara lain pusat data (data center), makanan-minuman, sarana kesehatan, bahan kimia, dan kendaraan bermotor, termasuk yang berorientasi elektrifikasi. Sesuai data Kementerian Perindustrian, perusahaan kawasan industri yang memiliki Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) sebanyak 129 kawasan industri dengan luas lahan mencapai 73.365 hektare (Ha).
Sekretaris PT Pembangunan Perumahan (PT PP), Bakhtiyar Effendi menilai tren penjualan lahan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang cukup positif. Penyerapan lahan di KIT Batang mencapai 100 hektare (Ha) per tahun.
Ada 13 tenant yang menempati fase 1 KIT Batang. Memasuki fase 2, sudah ada dua tenant yang memastikan bergabung dengan KIT Batang.
Selain itu, terdapat lebih dari 20 calon tenant yang siap berinvestasi di KIT Batang fase 2.
"Tenant-tenant tersebut berasal dari berbagai negara, yaitu Korea Selatan, Belanda, Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, Tiongkok, dan Indonesia,” ujar Bakhtiyar.
KIT Batang diperuntukkan bagi investor sektor industri yang berteknologi tinggi, industri ramah lingkungan, industri berorientasi ekspor, dan industri padat karya.
Industri di sektor ini memang dapat menyerap lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
PT PP menyebut pembangunan sejumlah infrastruktur di KIT Batang, seperti pematangan lahan, pembangunan jalan kawasan, akses tol, sampai pembangunan rumah susun pekerja dalam KIT Batang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-pabrik-di-kawasan-ngoro-industrial-park-mojokerto-jawa-timur.jpg)