Breaking News
Kamis, 28 Mei 2026

Pemilu 2024

Ketua DPD Nasdem Kota Malang Optimis Andalkan Caleg Muda di Pemilu 2024

Surya telah berbincang dengan Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Hanan Jalil melalui siaran podcast di YouTube Surya Malang.

Tayang:
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: rahadian bagus priambodo
dok.ist
Surya telah berbincang dengan Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Hanan Jalil melalui siaran podcast di YouTube Surya Malang. 

SURYAMALANG.COM, Malang - Bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) pada Pemilu 2024 ini banyak diisi oleh kaum-kaum muda.

Bahkan dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan, bahwa sekitar 60 persen Bacaleg berasal dari milenial.

Potensi ini yang nampaknya juga ditangkap oleh Partai Nasdem di Kota Malang.

Bahkan, Surya telah berbincang dengan Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Hanan Jalil melalui siaran podcast di YouTube Surya Malang.

Berikut ini merupakan hasil bincang-bincang kami dengan Partai Nasdem.

Kemarin setelah pendaftaran bacaleg, Nasdem Tahun ini ada 7 Kursi Targetnya. Apa yang digenjot untuk mendapatkan Target tersebut?

Target kami muluk-muluk. Karena pemenangan itu ada tiga komponen yang harus dipenuhi. Yang perama bernama struktur, kedua struktur partai dan ketiga calegnya itu harus memiliki efek elektabilitas dan yang ketiga adalah saksi.

Saat ini partai Nasdem memiliki struktur sampai tingkat RT jadi ada DPD, DPC struktur kelurahan, koordinator RW dan koordinator RT. Jadi kami memiliki struktur yang sangat memungkinkan untuk mendapatkan dan meraih suara sampai di wilayah kampung itu dari sisi struktur

Dari sisi caleg, kami mengandalkan muda-mudi yang memiliki potensi dan masih semangat saat ini untuk berjuang bersama partai Nasdem. Karena partai Nasdem ini adalah rumah besar bagi kaum pergerakan. Rata-rata memang partai Nasdem berangkat dari pergerakan. Ada dari aktivis HMI, PMII, Ansor dan bermacam-macam latar belakang. Gerakan mereka berkumpul ke partai Nasdem. Dan di periode sebelumnya di partai lain sekarang di Nasdem.

Ada dua caleg yang pindah ke Nasdem. Dito dan Ula (eks PAW anggota DPRD Kota Malang 2014-2019) Apa ini akan menjadikan Nasdem memperoleh banyak suara?

Sebetulnya dari partai lain itu bukan lompat, tetapi memindahkan pilihan untuk berjuang demi kemajuan kota Malang. Jadi mereka merasa lebih nyaman berjuang bersama partai Nasdem.

Di samping ada Pak Ula, Dito, terus ada Pak Yusra, sebenarnya masih ada banyak lagi yang lainnya dan juga dari partai lain. Mereka memilih bersama dalam partai Nasdem untuk memajukan Kota Malang untuk bisa memenangkan di pemilu 2024 mendatang

Istilahnya visinya sudah searah. Tapi untuk memilih rumah yang nyaman, apakah ini dapat memunculkan kekhawatiran?

Tidaklah karena di Nasdem itu yang pertama tidak ada mahar politik yang kedua Pak Surya Paloh dan ketua kami bunda jes sangat prosedural dan taat pada asas dalam berorganisasi. Sehingga siapapun yang ada di rumah besar kaum pergerakan ini akan merasa nyaman kalau. Yang tidak nyaman ya yang biasanya lompat-lompat itu tadi, tapi yang nggak biasa lompat dan mencari rumah yang nyaman ya di partai Nasdem. Karena kami diperintahkan oleh ketua umum untuk berpolitik dengan tiang gembira.

Sekarang di kursi DPRD Kota Malang ada dua kursi. Jumlah ini cukup minim, sekarang targetnya 7. Berkaca pada pemilu 2019, kekurangan apa yang akan dievaluasi di pemilu mendatang?

Struktur caleg dan saksi. Jadi saat itu struktur kurang bagus, caleg kurang bagus dan kami tidak memiliki saksi yang bagus di masing-masing TPS. Itu penyebab utama kenapa Nasdem tidak bisa meraih kursi maksimal di saat itu. Dan waktu itu saya tidak bisa berbuat apa-apa belum bisa berbuat banyak karena perpindahan saya menjadi ketua Nasdem di tahun 2019 semua sudah ada calegnya. Sehingga saya tidak bisa mengubah strukturnya. Serta dihadapkan dengan konsentrasi sehingga tidak mikir struktur jadi langsung proses kontestasi.

Dapil Kedungkandang dan Dapil Sukun merupakan dapil andalan untuk Nasdem. Ada apa sebenarnya di kedua Dapil ini?

Kalau di Dapil Kedungkandang yang semula 10 kursi sekarang menjadi 11 kursi. Pada pemilu lalu kami tidak punya caleg andalan, jadi suara kami hanya terpaut sekitar 30 suara cuma dengan kursi terakhirnya PDI. Sekarang kami punya 5 caleg andalan di kedungkandang selain kursinya 10 menjadi 11. Sementara yang di Sukun kalau dulu kita sudah dapat kursi. Dan di partai Nasdem ini kalau sudah ada suara dan sudah ada yang menjadi anggota dewan, yang satu itu wajib hukumnya untuk meningkatkan menjadi dua.

Sekitar 30 persen caleg muda ini punya potensi menang dan potensi kalah. Bagaimana ke depannya dalam meraup suara?

Tiap-tiap zaman itu ada orangnya. Dan tiap-tiap orang punya zamannya jadi saya berpikir sekarang ini eranya nggak mudah untuk bersegera mengambil posisi untuk suksesi kepemimpinan. Kenapa saya katakan harus bersegera karena era ini sudah sangat jauh dengan era di 10 tahun yang lalu. Kemajuan zaman sudah sangat cepat. Yang mengerti apa kehendak daerah ini adalah mereka anak-anak muda yang saat ini ikut kontestasi pemilu 2024. Dan saya meyakini mereka tidak bisa menjadi pemimpin karena belum ada kesempatan atau belum diberi kesempatan. Kenapa? karena yang dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak muda terutama anak muda yang memiliki potensi dan mampu memajukan kota Malang ya partai Nasdem. Kami sangat terbuka akan memberikan ruang yang seluas-luasnya serta memberikan kesempatan kepada mereka

Dari data KPU, Di 2024 sekitar 60 persen merupakan pemilih muda. Strategi apa yang dilakukan Nasdem agar anak-anak mudah dapat ikut memilih?

Sebetulnya ini rahasia, tapi saya kasih bocoran sedikit kenapa mereka lebih tahu apa yang diinginkan oleh para pemilih muda. Jadi yang selama ini saya pikir bahwa politik tidak seperti itu, ternyata setelah saya tahu gerakan mereka di lapangan, yang dikehendaki anak muda seperti yang dilakukan. Artinya, saya tidak salah menurut saya mengandalkan mereka (anak muda) dalam kontestasi yang akan datang. Karena pemilih itu merupakan kawan-kawan mereka yang dijagokan untuk menjadi calon andalan di partai Nasdem.

Ada salah seorang Bacaleg saya itu masih muda 22 tahun. Itu pengikutnya di Instagram cukup banyak, bahkan ribuan dan itu diikuti oleh orang-orang Kota Malang. Artinya, penyebaran informasi yang dibutuhkan oleh mereka kalah para generasi kolonial. Selain milenial, dalam menyebarkan informasi. Mereka lebih siap.

Persaingan dalam menentukan target kursi seperti apa di tingkat DPR RI dan DPRD provinsi?

Pertama mereka memiliki peluang yang sama. Yang DPR provinsi ada 11, DPR RI ada 8 mereka memiliki peluang yang sama untuk duduk di DPR RI. Tinggal bagaimana seberapa semangat mereka mencari masyarakat yang mau menjadi bagian dari caleg itu. Ketika mereka memiliki semangat dan kemauan mau turun ke masyarakat menyampaikan visi misi dia dengan baik, itu berpotensi untuk menjadi anggota DPR RI telah menjadi anggota DPRD provinsi.

Jadi di partai Nasdem ini untuk DPR RI ada banyak anak muda dan pejabat. Jadi semua memiliki potensi siapapun yang menang dari partai Nasdem mereka sangat menguntungkan bagi masyarakat kota Malang yang diwakili dancbagi Indonesia. Dan persaingan cukup ketat.

Terakhir, pesan untuk para pemain muda dan pemilih pemula seperti apa agar tidak salah dalam memilih?

Pertama jangan alergi dengan politik. Karena semua yang ada di kehidupan kita itu adalah keputusan politik. Sehingga agenda kita anak-anak muda sangat rugi apabila tidak menyalurkan aspirasi politiknya kepada orang yang tepat saat Pemilu mendatang karena aspirasi mereka jadi tidak terwakili.

Kedua memilih calon wakil di DPRD kota Malang khususnya harus memilih dan memilah record orang yang akan dipilih jangan sampai memilih orang-orang yang trek rekornya belum teruji

Jangan hanya diam saja karena informasi sangat mudah dalam mencari. Pemilih harus mencari tahu caleg-caleg yang sudah mulai ramai mempromosikan dirinya bahwa dia layak untuk dipilih pada pemilu 2024 mendatang.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved