MotoGP

Gosip MotoGP, Honda dan Yamaha Berebut Alex Rins Saat Kabar Hengkang Marc Marquez Memanas

Alex Rins digosipkan akan menggusur posisi Franco Morbidelli di MotoGP 2024.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dyan Rekohadi
KOLASE - Instagram @Motogp@fabioquartararo20
Alex Rins yang kini menunggangi Honda dan pembalap Yamaha Fabio Quartararo . Keduanya bakal menjadi rekan satu tim di musim 2024 

SURYAMALANG.COM - Gosip MotoGP di masa jeda MotoGP 2023 saat ini diwarnai dengan kabar di seputar bursa transfer pembalap MotoGP untuk musim 2024.

Kabar terbaru justru memunculkan nama Alex Rins yang lagi 'diperebutkan' oleh Yamaha dan Honda.

Mantan pembalap Suzuki yang kini bergabung dengan tim LCR Honda itu dikabarkan jadi bidikan utama Yamaha untuk mengisi salah satu jok motor tim pabrikan.

Baca juga: Bursa Transfer MotoGP 2024, Berikut Para Pebalap yang Akan Pindah Tim

Alex Rins digosipkan akan menggusur posisi Franco Morbidelli di MotoGP 2024.

Alex Rins memang masih terikat kontrak dengan Honda hingga akhr musim 2024.

Tapi pembalap brambut kribo itu bisa meninggalkan Honda dengan legal jika Yamaha merekrutnya.

Alex Rins (LCR Honda) jadi pembalp tercepat dalam balapan kelas utama MotoGP Americas 2023 di Circuit of the Americas (COTA) , Senin (17/4/2023) dini hari WIB.
Alex Rins (LCR Honda) jadi pembalp tercepat dalam balapan kelas utama MotoGP Americas 2023 di Circuit of the Americas (COTA) , Senin (17/4/2023) dini hari WIB. (Twitter/@Rins42)

Menurut Sky Sport MotoGP, Yamaha telah memutuskan untuk bertaruh dengan Alex Rins sebagai tandem Fabio Quartararo pada musim depan.

Terbuka pintu keluar pembalap LCR Honda tersebut memungkinkan Yamaha untuk melakukan "pembajakan".

Walau kontraknya berlaku hingga 2024, Rins punya klausul keluar dari Honda apabila mendapat penawaran dari tim pabrikan.

Di samping itu Rins punya motivasi untuk keluar karena diketahui tidak puas dengan dukungan yang diterimanya dari Honda.

Rins mendapatkan motor pabrikan tetapi tidak masuk daftar prioritas dalam pengembangan motor Honda RC213V.

Padahal Rins telah membuktikan bahwa kecepatannya masih ada dengan raihan kemenangan saat seri ketiga MotoGP Americas.

Pemenang enam lomba di MotoGP menjadi satu-satunya pembalap Honda yang bisa menang sejak 2022, mengalahkan Marc Marquez yang juga berpotensi pindah tim.

Apes, saat meminta untuk lebih dilibatkan, Rins mendapatkan jawaban "tidak" dari petinggi Pabrikan Sayap Emas.

Kabar Alex Rins yang diincar Yamaha ini sekaligus menyalip kepastian kabar hengkanya Marc Marquez yang panas dikabarkan meninggalkan Honda.

Sejauh ini belum ada informasi lebih terang terkait status Marquez musim depan meski pihak Honda menyebut tak bisa menahan si Baby Alien walau kontraknya masih sampai musim 2024.

Di sisi lain, Morbidelli harus menerima bahwa dia gagal meyakinkan Pabrikan Garpu Tala untuk memperpanjang masa bakti yang akan selesai pada akhir musim ini.

Baca juga: Jadwal MotoGP 2023 Bisa Terpangkas Lagi, MotoGP India 2023 di Sirkuit Buddh Terancam Dibatalkan

Sejak didatangkan pada paruh musim 2021 dengan kondisi lutut baru dioperasi, Morbidelli belum berhasil kembali ke level terbaiknya.

Latar belakang Morbidelli memang mentereng sebagai juara dunia Moto2 dan runner-up MotoGP musim 2020 dengan torehan 3 kemenangan.

Morbidelli sejatinya menunjukkan progres.

Sejak berusaha agresif di atas kuda besi seperti Quartararo yang lebih sukses, Franky mulai bisa mengimbangi kecepatan El Diablo.

Malahan musim ini Morbidelli menjadi satu-satunya pembalap Yamaha yang bisa memimpin lomba saat seri GP Argentina walau akhirnya harus puas finis di posisi keempat.

Namun, lagi-lagi sinar Morbidelli meredup.

Performa apiknya di Termas malah dianggap anomali karena kondisi lintasan yang unik dengan level grip yang rendah.

Tenggat waktu hingga paruh musim tak membantu Morbidelli.

Pembalap berdarah Italia-Brasil itu masih kesulitan untuk menembus posisi 10 besar.

Di tabel klasemen pun Morbidelli tertahan di peringkat ke-11 dengan 57 poin atau terpaut 7 poin dari Quartararo yang menyumbang satu-satunya podium bagi Yamaha.

Padahal Managing Director Yamaha, Lin Jarvis, telah memberi jaminan bagi Morbidelli bahwa opsi utama adalah mempertahakannya.

Jarvis sampai menghubungi Valentino Rossi, eks pembalap andalan Yamaha sekaligus mentor Morbidelli di Akademi Pembalap VR46, untuk turun tangan.

"Prioritas kami adalah Franky dan kami berhubungan dengan Valentino sendiri," kata Jarvis dalam interviu dengan MotoGP pada April lalu.

"Valentino, saya menghabiskan banyak waktu untuk berbicara dengannya pekan lalu (sebelum GP Americas)."

"Dia akan mencoba untuk membantu Franky, Akademi akan mencoba membantu Franky untuk mengulangi performanya (di Argentina)."

Tugas Morbidelli terdengar sederhana walau tidak sebenarnya tidak sederhana.

"Itu saja yang harus dia lakukan, pada dasarnya tampil cepat. Saya pikir dia punya kapasitas dan kami akan memfokuskan pikiran kami dengannya," imbuhnya.

"Untuk semuanya kami perlu menegaskan situasinya sebelum jeda musim panas, karena jika pilihannya Franky, itu hebat, kami akan mempertahankannya."

"Jika pilihannya bukan Franky, dia harus tahu karena dia harus mencari ke tim lain, kami perlu mencari kandidat-kandidat untuk menggantikannya."

Dengan demikian, garis suksesi Valentino Rossi di Yamaha terancam terputus.

Morbidelli merupakan murid pertama The Doctor yang mengikuti jejaknya untuk memperkuat tim pabrikan Yamaha di MotoGP.

Perubahan line-up di Yamaha berpotensi menciptakan efek domino.

Sebagai kandidat pengganti Rins di LCR Honda adalah Johann Zarco yang saat ini memperkuat Prima Pramac Racing.

Pada 2019 Zarco pernah menjadi pembalap pengganti di LCR saat berusaha menyelamatkan karier-nya pasca-periode tidak bahagia bersama KTM.

Jika Zarco pindah, maka Morbidelli berpeluang untuk merapat ke tim akademinya, Mooney VR46, dengan menggantikan Marco Bezzecchi.

Bezzecchi dianggap pantas mendapatkan promosi ke Prima Pramac yang merupakan tim satelit utama Ducati menyusul penampilan kuatnya musim ini.

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved