Senin, 13 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Melihat Koleksi 2.000-an Barang Lawas di Rumah Dodik Mulyadi, Kota Malang

BARANG LAWAS:Ada jam beker, radio-radio lama, telepon lama, setrika, ceret, tempat nginang dan lainnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Berkunjung ke rumah Pak RT, Dodik Mulyadi, 64, di kawasan JL Pisang Agung Kota Malang sangat menyenangkan. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Berkunjung ke rumah Pak RT, Dodik Mulyadi, 64, di kawasan JL Pisang Agung Kota Malang sangat menyenangkan.

Kita seperti diajak menjelajah waktu lampu dengan melihat berbagai koleksinya.

Ada jam beker, radio-radio lama, telepon lama, setrika, ceret, tempat nginang dan lainnya.

"Awalnya saya mengoleksi jam Weker," kata Dodik saat bertemu suryamalang.com di rumahnya, Sabtu (15/7/2023). Itu dimulai pada 2015. 


Pria berlatar belakang pendidikan arsitek itu mengatakan karena ada jiwa seni membuatnya suka mengoleksi barang-barang lama.

"Awalnya dari keluarga ya ada pertentangan. Buat apa beli barang-barang seperti itu," kisahnya. Namun akhirnya setelah bertahun-tahun mengumpulkan barang-barang lama, ia juga menata rumahnya sehingga enak dinikmati. 


"Teman-teman ibu juga suka datang, buat foto-foto selfie. Ada juga anak-anak SMA dari tiga sekolah buat minjam barang untuk foto buku tahunan buat lulusan karena mengangkat tema jadul dan dijadikan tempat foto prewed," ujar ayah tiga anak ini.

Dikatakan, awalnya ia menyiapkan elatase untuk jam-jam bekernya di ruang tamu. Tapi perkembangan barangnya makin banyak. Akhirnya untuk radio-radio lama dibuatkan rak yang terpajang di dindik ruang tamu. 


Di ruang tengah juga diisi barang-barang koleksi lainnya hingga di dapur juga. Begitu juga di bagian teras rumah. "Di usia saya ini, koleksi ini memberikan hiburan," katanya. Apalagi tiga anaknya juga sudah berumah tangga dan tinggal di luar kota. Tentang alasan mengoleksi banyak jam beker karena berasa nostalgia di tahun 70 an. "Sekarang jumlah jam Weker saya mencapai 250 an. Tempatnya sampai nggak cukup," katanya.


Untuk mendapatkan ini, ia biasanya berburu ke kawasan Comboran, Malang. Comboran adalah kawasan jual beli barang bekas. "Kalau ke arah kota, saya pasti ke Comboran," infonya.

Sedang untuk koleksi dari luar kota, biasanya dari grup WA yang biasanya menawarkan barang-barang lama. Kondisi jam Weker sebanyak 70 persen masih hidup dan sisanya mati/tidak berfungsi. Harga awalnya ada yang dibeli Rp 100 ribu.


Tapi lama-lama bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp 100 ribu. Semua dalam kondisi mati. Setelah diperbaiki, ada yang biayanya lebih dari Rp 100 ribu.  Sedang kondisi radio transistor ada yang sudah tidak berfungsi karena zaman dulu masih memakai saluran AM/SM. "Yang siaran sudah gak ada karena sekarang kan sudah FM semua," jawab dia.

Tapi ada juga radio yang sudah diinjeksi sehingga bisa dipakai siaran FM.


Ia kemudian mencoba menghidupkan radio yang sudah diinjeksi dan terdengar siarannya.

"Kalau koleksi favorit saya ya radio," katanya. Radio saat itu ada yang menggunakan daya baterai dan listrik. Untuk mendapatkan koleksi, ia mengaku random saja mencarinya. "Kalau ada yang cocok ya dibeli," ujar dia. Karena sering mampir Comboran, pedagang loak jika ada yang baru akan memberitahu. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved