WAWANCARA EKSKLUSIF dr Crashana Siregar: Obat Bisa Dibeli Tanpa Resep Dokter
Ketika mengalami vertigo atau migrain, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan yang mudah ditemukan di apotek.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Ketika mengalami vertigo atau migrain, Anda bisa mengonsumsi obat-obatan yang mudah ditemukan di apotek.
Ketika sudah minum obat tapi migrain atau vertigo yak kunjung sembuh, segera periksa ke dokter.
Tapi, pencegahan tetap obat paling utama. Olahraga termasuk pencegahan dari migrain dan vertigo. Apa olahraga yang cocok bagi pencerita vertigo dan migrain?
Berikut ini wawancara wartawan SURYAMALANG.COM, Septiana Cahyani Eka Saputri dengan dr Crashana Siregar. Wawancara eksklusif ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube Surya Malang.
Apa obat-obatan yang bisa dikonsumsi ketika menderita migrain dan vertigo?
Untuk migrain, obatnya bisa beli di apotek langsung. Paracetamol sudah cukup membantu. Atau bisa mengombinasi paracetamol dan kafein. Ini juga bisa didapatkan di apotek.
Ketika obat-obatan sudah rutin dikonsumsi tiga kali sehari tapi tidak mempan, lebih baik langsung ke dokter agar bisa diketahui migrainnya itu sepele atau serius.
Kalau vertigo, obat yang bisa dibeli di apotek tanpa resep biasanya obat-obat mual, atau muntah. Karena gejala vertigo kan mual dan muntah. Seperti, obat mabuk perjalanan. Kalau tidak mempan, harus pergi ke dokter untuk mendapatkan resepnya.
Apakah gejala vertigo dan migrain merupakan faktor genetik?
Harus diketahui diagnosisnya. Misalnya, migrain karena tumor. Bisa saja tumor ini merupakan penyakit turunan.
Olahraga apa yang cocok bagi penderita gejala migrain dan vertigo?
Olahraga yang cocok itu seperti cardio. Misalnya, lari, renang, senam zumba, dan bersepeda. Itulah olahraga yang sifatnya menjaga dan memicu otot jantung.
Ketika otot jantungnya sehat, otomatis kualitas pembuluh darahnya juga terjaga. Gangguan di otak, khususnya migrain, bisa diminimalisir dengan berolahraga.
Bagaimana pola makan bagi pengidap gejala migrain?
Kalau untuk migrain, pencetusnya lebih sering akibat makanan, seperti makanan terlalu manis, perubahan suhu makanan yang terlalu ekstrem, makanan yang mengandung MSG tinggi. Maka pola makanan tersebut harus lebih diatur, dan juga diimbangi dengan olahraga.
Selain menjaga fisik, juga harus menjaga psikis, seperti mengontrol tingkat stres. Ketika psikis dan fisik baik, dapat mengurangi gejala migrain.