Berita Malang Hari Ini
Para Korban Kebakaran Malang Plaza Mulai Berdagang Kembali di Sarinah
Ahmad (23) sedang duduk di sebuah tempat servie ponsel pintar di lantai 2 Sarinah. Ia melengkapi layar ponsel pintar miliknya dengan layar pelindung.
Penulis: Benni Indo | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM, MALANG - Ahmad (23) sedang duduk di sebuah tempat servie ponsel pintar di lantai 2 Sarinah. Ia melengkapi layar ponsel pintar miliknya dengan layar pelindung.
Seorang teknisi yang berada di depannya nampak hati-hati ketika memasangkan layar pelindung agar pemasangannya presisi.
Setelah mendapatkan layanan jasa servis, Ahmad bersama seorang temannya pergi jalan-jalan ke tempat yang lain. Ia melihat-lihat ruangan dan barang-barang yang dijual oleh para pedagang.
"Saya baru datang ke sini. Saya sebelumnya sudah dapat informasi kalau di sini adalah pedagang pindahan Malang Plaza," ungkapnya.
Menurut Ahmad, tempat di lantai 2 Sarinah jauh lebih bersih dan tertata rapi. Sebagai pelanggan, ia mengaku merasa nyaman. Sirkulasi udara dari pendingin juga membuat dirinya merasa nyaman, tidak merasa gerah.
"Sebagai konsumen, saya memang berharap seperti ini. Di tempat yang bersih dan nyaman seperti ini, kesannya menyenangkan," ungkapnya.
Para pedagang ponsel pintar yang menjadi korban kebakaran Malang Plaza telah memulai aktivitas berdagangnya di tempat baru, lantai 2 Sarinah. Aktivitas perdagangan tersebut terlihat kembali normal pada, Kamis, 3 Agustus 2023.
Para pedagang telah berjualan sejak 18 Juli 2023. Pada tanggal itu pula dilakukan soft opening sebagai penanda mulainya aktivitas jual beli yang telah dinanti-nanti para pedagang pasca kebakaran di awal Juni 2023.
Koordinator pedagang, Fathkul Aziz menjelaskan, masih ada beberap tempat yang belum terisi oleh pedagang. Kekosongan tempat itu terjadi karena sebagian pedagang memilih berjualan di tempat lain.
"Kami sudah buka informasi itu, hanya saja yang mendaftar masuk ke sini tidak semuanya. Pertimbangannya macam-macam, kan prosesnya panjang sampai berapa bulan. Ada yang sabar menunggu di sini, ada yang sudah buka di tempat lain. Yang punya uang dan modal buka ruko. Ada yang karena modalnya habis, sehingga tidak ambil di sini dan tidak tahu juga harus menjual apa," ujar Aziz, Kamis (3/8/2023).
Aziz berpendapat lebih nyaman berada di tempat baru. Pasalnya, kondisinya bersih. Tidak boleh merokok di dalam ruangan sehingga asap rokok tidak terhirup pelanggan. Di sisi lain, kondisi pendinginnya juga bagus. Berbeda dengan kondisi di tempat yang lama.
"karena kondisinya seperti itu, ada beberapa pedagang yang awalnya tidak ingin berjualan di sini, saat tahu seperti ini, akhirnya kembali berjualan di sini," ujarnya.
Di tempat yang baru ini, Aziz mengatakan bahwa pelanggan telah kembali. Kondisi perekonomian mulai membaik seiring mulai datangnya para pelanggan. Beberapa pelanggan baru juga turut meramaikan. Sejauh ini, ada tiga pelanggan baru yang datang ke tempatnya Aziz.
Kembalinya para pelanggan membuat pedagang lega. Ketika masih berjaualan di Malang Plaza, kondisinya sedang berada di titik terendah. Sehari sekitar tiga hingga lima orang saja yang datang. Pedagang sempat terbnatu ketika masuk momen puasa dan lebaran. Setelah itu terjadi kebaran.
"Kondisi perekonomian jauh lebih baik. Suasananya enak di sini. Semua yang jualan di sini menyambut positif," ujar Aziz yang mengelola Doeloer Cell.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/aziz-kanan-sedang-melayani-pelanggannya-di-tempat-berdagan-yang-baru.jpg)