Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Kotoran Mengalir ke Sungai, Kayutangan Butuh Biofil dan IPAL

Masih banyak warga kawasan Kayutangan Heritage yang mengalirkan kotoran ke sungai.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau perumahan penduduk yang berada di bantaran sungai di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Selasa (8/8). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Masih banyak warga kawasan Kayutangan Heritage yang mengalirkan kotoran ke sungai. Bahkan tidak banyak titik lokasi yang memiliki sanitasi bagus.

Koordinator Tatanan Pariwisata di Forum Malang Kota Sehat, Ranu Priadi mengatakan masyarakat di RW 8, RW 9, dan RW 10 butuh pembangunan biofil dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.

Biofil adalah septic tank yang ramah lingkungan. Bahan Biofil terbuat dari fiberglass yang dilengkapi dengan media kontak dengan didesain khusus dalam sistem desinfektan sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hasil buangan tidak mencemari lingkungan.

Sedangkan ipal komunal adalah instalasi pengolahan air limbah yang menampung dari beberapa rumah tangga.

"Tiga RW ini merupakan lokasi khusus tatanan pariwisata. Sasarannya adalah sesuai sapta pesona pariwisata. Sarana kesehatan yang dibutuhkan adalah sanitasi, seperti menata pembuangan limbah kotoran tidak ke sungai," kata Ranu kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (8/8).

Perkembangan pariwisata di Kayutangan Heritage telah membuat wisatawan masuk ke perkampungan. Wisatawan ingin tahu kondisi kehidupan di perkampungan Kayutangan.

Menurutnya, warga harus membuat wisatawan terkesan agar wisatawan mau kembali lagi ke Kayutangan. Di antara yang bisa membuat wisatawan terkesan adalah kebersihan lingkungan, dan terbangunnya sanitasi yang baik.

"Sebenarnya yang sangat pokok dari pariwisata adalah daya tarik pariwisata. Apa yang bisa kami perbuat agar wisatawan tertarik? Untuk menunjang tujuan itu, perlu ada sarana pelengkap sehingga wisatawan kembali lagi," jelasnya.

Ketua Kader Lingkungan Klojen, Tinuk Diah Susanti mengatakan banyak warga yang enggan dibuatkan biofil dengan alasan tempat sempit.

Solusinya, pembangunan biofil di tempat padat penduduk adalah kawasan pinggir jalan. Menurutnya, keberadaan biofil sangat penting agar warga hidup lebih sehat.

"Kurangnya hanya di biofil. Sekarang masih banyak warga yang membuang air besar di rumah, tapi dikeluarkan langsung ke sungai. Kalau dibuang ke sungai, dampaknya ke pencemaran. Sampah juga banyak," kata Tinuk.

Tinuk mengakui sebenarnya kebersihan di Kayutangan sudah mulai bagus. Saat penilaian Kampung Bersinar, Kayutangan tidak bisa menang karena tidak ada pembuangan limbah tersebut.

"Seharusnya pembuangan bisa dipasang meskipun dalam kondisi perumahan yang rapat," terangnya.

Banyak rumah di bantaran sungai kawasan Kayutangan Heritage belum punya biofil.

"Kalau Dinas Kesehatan (Dinkes) teliti, seharusnya bisa melihat kekurangan itu. Dinkes bisa mendata jumlah warga yang buang air besar di rumah tapi langsung dibuang ke sungai," ujarnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved