Curhat Ibu Bayi Tertukar Dibentak Perawat Saat Cari Kepastian, Rumah Sakit Usut 12 Suster dan Dokter
Curhat ibu bayi tertukar dibentak perawat saat cari kepastian, rumah sakit usut 12 suster dan dokter.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, - Curhat ibu bayi tertukar dibentak perawat saat cari kepastian masih membekas di ingatannya.
Selain terlambat mengetahui bayinya tertukar, ibu bernama Siti Mauliah (34) di Bogor itu juga mendapat perlakuan tak enak.
Kini pihak rumah sakit pun mengusut 12 dokter dan suster yang menangani persalinan Siti Mauliah satu tahun lalu.
Bayi tersebut tertukar saat Siti Mauliah melahirkan pada 18 Juli Juni 2022 di Rumah Sakit Sentosa.
Pengalaman dibentak perawat terjadi saat Siti Mauliah mengembalikan gelang yang diminta oleh tiga suster Rumah Sakit Sentosa.
Ketiga suster itu sebelumnya sempat mendatangi rumah Siti Mauliah untuk menanyakan keberadaan gelang penanda bayi.
Ketika dicari di rumah, gelang itu sempat terselip sehingga ketiga suster tadi pulang dengan tangan kosong.
Kemudian oleh Siti Mauliah, gelang itu terus dicari sampai akhirnya ketemu lalu diantarkan ke rumah sakit.
Saat mengantar gelang inilah, Siti Mauliah malah dibentak oleh suster yang sempat datang ke rumahnya.
"Pas ngembaliin gelang (penanda bayi) ke rumah sakit nanya lah di sana, ini engga ketukter bayinya, kata suster engga itu cuma ketuker gelang kok dia ngebentaklah," ujar Siti melansir Tribunnewsbogor.com, Jumat (11/8/2023).
Baca juga: Akhirnya Ibu Bayi Tertukar Ketemu Terduga Anak Kandung, Pilu Pihak Lain Gak Mau Putrinya Ditukar
Artikel TribunnewsBogor 'Cari Kepastian Bayinya Tertukar di Bogor, Siti Malah Dibentak'.
Sampai sekarang, Siti Mauliah masih ingat betul dengan wajah-wajah perawat yang kala itu merawat bayinya.
Siti Mauliah mengaku sakit hati kepada tiga orang perawat yang seolah-olah menutupi anaknya tidak tertukar.
"Satu suster yang buka gelang, dua yang dateng ke rumah. Saya gedek sama suster yang tiga itu kenapa engga jujur," terang Siti Mauliah.
Saat ini, Siti Mauliah dan suaminya Muhammad Tabrani tengah berjuang agar bayinya yang tertukar segera kembali.
"DNA hasilnya juga seperti itu negatif, bukan anak saya," kata Siti Mauliah.
Sementara itu Juru Bicara (Jubir) Rumah Sakit Sentosa, Gregg Djako mengklaim pihak rumah sakit baru mengetahui peristiwa bayi tertukar itu setelah 11 bulan kejadian.
"Selama ini, pihak RS juga tidak tahu awalnya. Jadi informasi ini baru ketahuan setelah ibu Siti kemudian datang sampai bertemu manajemen," ucap Gregg melansir Kompas.com, Jumat (11/8/2023).
Gregg menyebut, ada dugaan kelalaian mengenai gelang atau label nama yang tertempel di bayi tersebut.
"Ada mekanisme internal yang sedang kami dalami. Kalau kesengajaan belum kami temukan karena kami sedang mendalami dan sementara kami mendalami ada dugaan kelalaian," ungkapnya.
Rumah sakit kemudian memeriksa perawat dan bidan yang saat itu berdinas.
Suster dan dokter saat itu ada sekitar 12 orang.
Jika memang ditemukan terjadi kesengajaan, maka rumah sakit akan memberikan sanksi.
"Jadi memang harus diperiksa beberapa kelompok perawat. Unsur kelalaiannya kita masih mendalami itu," ungkapnya.
Langkah-langkah yang diambil rumah sakit antara lain menelusuri soal kasus bayi yang tertukar tersebut.
Gregg pun sudah mengadakan rapat dan memanggil Siti Mauliah untuk mendengarkan informasi atau fakta yang sebenarnya.
Rumah sakit kemudian mencocokkan data administrasi dengan bayi pasangan suami istri lain yang diduga bayinya tertukar atau pasien B.
Selanjutnya, rumah sakit memeriksa dokumen karena kejadian satu tahun sebelumnya.
"Kalau memang ada yang tertukar pasti harus ada dua bayi dan kami juga sudah melakukan langkah lebih lanjut dengan memfasilitasi tes darah dan DNA," ujarnya.
Ternyata, sambung Gregg, hasil tes DNA tersebut tidak identik atau negatif.
"Kalau tertukar itu setelah hasil tes DNA ya. Kami memfasilitasi tes DNA dan tes darah. Ternyata, itu bukan anak ibu Siti," imbuhnya.
Rumah sakit kemudian merasa perlu melakukan tes terhadap bayi dengan ibu yang lain atau pasien B.
Setelah dilakukan tes, rumah sakit membacakan di depan ibu yang lain itu.
"Jadi di dalam pertemuan terbuka kami baca dan disampaikan informasi soal itu. Jadi kami tidak tertutup" ujar Gregg.
"Artinya, RS terus melakukan pendekatan preventif supaya diselesaikan secara mediasi. Jadi kami tidak diam sejak dilakukan tes darah dan DNA," ungkapnya
"Kami juga sudah menghubungi pihak atau ibu B untuk melakukan tes DNA juga tapi mereka menyatakan belum bersedia," lanjut Gregg.
Saat ditanya sebab pasien B menolak untuk tes, Gregg tidak mengetahui pasti alasannya.
Rumah sakit bahkan juga sudah bersurat sebanyak dua kali kepada ibu atau pasien B tersebut, namun, kedua surat itu tidak dijawab.
"Minggu yang lalu kami mengundang lagi untuk hadir dan kita minta bersedia tes DNA" ujar Gregg.
"Dan belakangan kuasa hukumnya baru menjawab kalau mereka harus melakukan pendekatan supaya ibu B bersedia" imbuhnya.
"Yang kita mau lakukan tes DNA terhadap ibu B dengan anaknya supaya bisa tes silang dan mendapatkan hasil yang baik," ungkapnya.
Gregg menyadari kasus itu terjadi setelah hasil tes DNA sudah keluar.
Dia bahkan membantu memediasi dengan pihak lain atau pasien B tersebut.
Kini, rumah sakit sedang berupaya mencari titik terang bagaimana bayi itu tertukar dan tertukarnya dengan siapa.
"Karena ini informasinya benar dan rumah sakit akan melakukan tes secara silang dengan hasil mempuni baru nanti kita memikirkan langkah selanjutnya seperti apa karena ini menyangkut manusia" ungkap Gregg.
"Tapi kemudian yang jadi kendala adalah, ibu atau pasien B ternyata menyatakan secara mental dan psikologi belum siap. Rumah sakit menghargai itu," jelasnya.
Kini, Siti bersama sang suami telah melaporkan kasus yang dialaminya ke Polres Bogor pada Jumat (11/8/2023).
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro menambahkan kasus ini akan ditangani melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.
"Dalam penyelidikan nanti akan kami lakukan langkah-langkah teknis dan taktis yang kemudian akan membuat terang peristiwa ini apakah ada unsur pidana yang terjadi di dalam peristiwa atau kejadian ini," ungkap AKP Yohannes Redhoi Sigiro.
Artikel Kompas.com 'Awal Mula Siti Tahu Bayinya Tertukar dengan Pasien Lain'.
Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com
ibu bayi tertukar dibentak perawat
ibu bayi tertukar
bayi tertukar
Rumah Sakit Sentosa
Bogor
Siti Mauliah
suryamalang
Bukti Pelanggaran di Kafe Nenek Endang Klaten Putar Liga Inggris, Vidio Tegas Denda Rp115 Juta |
![]() |
---|
Terlihat Sejak Awal Azizah Salsha Ngaku Tak Mau Nikah Muda Anti Diatur-atur Ayah Bantah Perjodohan |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025, Hujan-Berawan Dingin 16-17°C |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Alasan Rekrut Agusti Ardiansyah, 2 Sosok Pengganti Achmad Maulana |
![]() |
---|
WEJANGAN Andre Rosiade ke Pratama Arhan Sebelum Sang Mantu Gugat Cerai Azizah Salsha |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.