Berita Malang Hari Ini
15.000 Esai Mahasiswa UB Untuk Rekor Muri, Panitia Siapkan 11 Titik Posko Kesehatan
Tugas pembuatan esai oleh mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) ternyata untuk rekor muri dalam acara open house Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UB.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: rahadian bagus priambodo
SURYAMALANG.COM|MALANG-Tugas pembuatan esai oleh mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) ternyata untuk rekor muri dalam acara open house Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UB. Jumlahnya mencapai 15.000 an terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pugoh Ananta Putra Ketua panitia dari mahasiswa memgatakan, pembuatan esai itu untuk pengembangan kemampuan pemuda.
Hal itu disampaikan saat konpres terkait penerimaan maba UB, Senin (14/8/2023). Namun banyaknya tugas maba di kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) sehingga ada yang tumbang saat menunggu latihan papermob, dibenarkan dia. "Yang terkonfirmasi ke saya ada 30 an. Penyebabnya karena maba belum sarapan, ada yang karena penyakit bawaan, ada masa penyembuhan," kata dia.
Ini menjadi evaluasi pihaknya pada rangkaian berikutnya lebih baik. "Kami menyediakan 11 titik posko kesehatan dengan satu posko besar. Masing-masing titik ada enam mobil ambulans dan dilengkapi teman-teman lakesma, KSR. Yang sakit akan dianalisis. Dan jika didiagnosa ke RS, maka akan dibawa ke Klinik UB dan RS UB," jelas mahasiswa ini.
Sementara itu, terkait donasi buku bekas dan baju bekas dari maba akan disumbangkan sebagai bagian dari green campus. "Tidak mahal kok. Bisa dicek," jawabnya. Pasca kejadian itu dan cuitan di twitter tentang keluhan maba UB, ia menyebut ada perpanjangan waktu penyerahan tugas sampai 20 Agustus nanti.
Sedang drg Mifta Cahyani, Ketua Umum Pelaksana PKKMB UB menyebutkan ada 15.488 maba yang terlibat. Baik di kampus utama Malang dan PSDKU UB Kediri secara full daring. "Alhamdullilah acara berjalan lancar sesuai harapan. Acara open house UKM diadakan pada 26-27 Agustus menghadirkan 54 UKM yang diperkenalkan pada maba," jawabnya. Maba dihadirkan bertahap karena kapasitas ruangan.
Lewat pengenalan UKM-UKM ini, mahasiswa bisa berprestasi lewat pengenalan bakat dan minatnya. Rektor UB Prof Widodo PhD berharap pelaksanaan PKKMB di UB berjalan lancar. "Ada beberapa penekanan. Pertama, karakter Brawijaya, UB memiliki karaker Brawijaya. Intinya bahwa kita ingin membekali mahasiswa memiliki karakter nasionalis, religius, setiakawan dan memahami keberagaman inklusif dan juga berwawasan global," kata Widodo.
Ia juga berharap maba memahami dan berkontribusi dalam pengembangan green campus ke depan. Sehingga keterlibatan mahasiswa menjadi sangat penting. Serta memberikan inspirasi ke generasi muda bahwa gaya hidup berubah dengan mengedepankan advokasi lingkungan dimananpun kita berada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rektor-universitas-brawijaya-ub-prof-widodo-phd-dan-para-panitia-pkkmb.jpg)