Selasa, 21 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Ventriloquist dari Unisma Bahas Perundungan di Acara Lembaga INOVASI

Ventriloquist dari Fakultas Agama Islam (FAI) program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Malang (Unisma), Mira Pramesti.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Penampilan mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), Mira Pramesti, dari Fakultas Agama Islam (FAI) prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang mengisi acara tentang perundungan, Rabu (23/8/2023). Ia menggunakan teknik ventrilokuisme atau seni suara perut atau sulap suara adalah seni berbicara tanpa menggerakkan bibir. 

Sejak 2018 hingga 2023, Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) telah bekerja sama dengan CSO (organisasi masyarakat sipil) dan perguruan tinggi sebagai mitra di Jawa Timur dalam penguatan literasi, numerasi, penguatan karakter unggul, gender, inklusi, implementasi sekolah rangkap.

Sedang mitra INOVASI adalah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jawa Timur, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Provinsi Jatim, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Universitas Islam Malang serta bermitra dengan pemerintah daerah. 

Hasil kerja sama dengan universitas mitra akan ditampilkan dalam bentuk pameran, sosio drama pendidikan karakter unggul oleh Unisma melalui boneka, pembacaan big book oleh mahasiswa UMM yang berkenaan dengan bidang literasi, serta micro teaching perkuliahan yang responsive gender oleh UMSIDA.

Sementara itu, kondisi perkuliahan untuk kelas PGSD di universitas-universitas belum mempertimbangkan prinsip-prinsip responsive gender dalam proses pembelajaran.

Perkuliahan masih dilakukan hanya mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa calon guru SD pada sisi materi tanpa memperhatikan unsur-unsur kesetaraan antara anak laki-laki dan perempuan dalam dunia pendidikan dasar.

Program perkuliahan responsive gender dimulai dengan menyusun modul perkuliahan Literasi dan Numerasi Responsif Gender. Modul perkuliahan disusun dan didesain dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip kesetaraan laki-laki dan perempuan, baik dalam pilihan gambar, pilihan kata, maupun proses pengelolaan kelas.

“Permasalahannya visual gambar pada materi ajar di buku tematik sekolah dasar belum memperhatikan pemilihan gambar, warna, dan contoh peran sosial yang peka gender di dalamnya,” jelas Kemil Wachida MPd, Kaprodi PGSD UMSIDA, Kamis (24/8/2023).

Semua ini dilatarbelakangi karena kompetensi dasar literasi dan numerasi siswa Indonesia di jenjang pendidikan dasar dan menengah belum mencapai standar minimal. Hal ini terungkap dari hasil Asesmen Nasional pertama tahun 2021 yang digunakan sebagai basis data awal untuk memotret mutu pendidikan dari tingkat sekolah, daerah, dan nasional.

Melihat kondisi tersebut, PGSD UMSIDA merasa perlu untuk membekali mahasiswa calon guru dengan keterampilan memfasilitasi pembelajaran yang dapat meningkatkan daya saing siswa di Indonesia khususnya dalam hal literasi dan numerasi. 

 

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved