Berita Batu Hari Ini

Paralayang Kota Batu Kawinkan Medali Emas di Porprov Jatim 2023

Dua atlet paralayang Kota Batu nomor ketepatan mendarat berhasil mengawinkan medali emas dalam Porprov Jatim 2023 di Venue Paralayang Bukit Klangon

Penulis: Dya Ayu | Editor: rahadian bagus priambodo
Myu/Surya
Dua atlet paralayang Kota Batu nomor ketepatan mendarat, Naufal Hammam dan Susana Dwi Cahyanti. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dua atlet paralayang Kota Batu nomor ketepatan mendarat berhasil mengawinkan medali emas dalam Porprov Jatim 2023 yang digelar di Venue Paralayang Bukit Klangon, Kecamatan Saradan Madiun.

Atlet tersebut ialah Naufal Hammam dan Susana Dwi Cahyanti. Keduanya meraih medali emas nomor ketepatan mendarat putra dan putri.

Berkat prestasi keduanya, saat ini Kota Batu berhasil meraih 6 medali emas, 3 perak dan 6 perunggu.

“Kami berharap perolehan medali emas ini bisa semakin mendongkrak semangat para atlet paralayang lainnya untuk merebut medali selanjutnya karena masih ada beberapa nomor yang akan dipertandingkan dan masih ada peluang merebut medali,” kata Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, Selasa (12/9/2023).

Kedua atlet ini mendapatkan medali emas karena mendapatkan point terendah, Hammam mendapatkan point 8 sementara atlet diranking bawahnya Rafael Gilbert Wahyu Ali dari Kabupaten Blitar mendapatkan point 126 san disusul di ranking ketiga Recky Bayu Syahputro dari Kota Malang yang mendapatkan poin 146.

Sementara di nomor ketepatan mendarat putri, Susan mendapatkan poin 187, disusul Aisyah Indika Desta Rahmadany dari Kabupaten Pacitan dengan poin 439 dan posisi ketiga ditempati Maharani dari Kabupaten Blitar dengan perolehan 488 poin. 

Pelatih Paralayang Kota Batu, Siswoyo menuturkan sempat ada kendala angin kencang saat pertandingan, sehingga round ke-5 tidak digelar.

“Cuaca berangin sangat kencang dan belum semua atlet bisa terbang. Akhirnya peraih poin terendahlah yang menjadi juara,” ujar Siswoyo.

Siswoyo menambahkan dalam Porprov Jatim tahun ini, Kota Batu menerjunkan 10 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 4 putri.

Para atlet ini mengikuti kelas perorangan putra putri, beregu putra dan putri, beregu campuran dan XC beregu.

“Meski teman-teman atlet jarang terbang disini, karena venue ini baru, kondisi tempat, ketepatan mendaratnya lebih bagus, karena mobilitasnya cepat dan ketinggiannya dibawah 100. Cuman kelas XC nanti yang perlu berpikir dan bermain berat, tapi bukan hanya kontingen Kota Batu saja yang merasakan, semua kontingen akan merasakan,” jelasnya.(myu)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved