Kamis, 9 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Perkataan Sandiaga Uno saat Seminar Nasional Tentang Jamu di UB Malang

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr Sandiaga Salahuddin Uno BBA saat memberi sambutan mengatakan salah satu produk wellness tourism yaitu...

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli A
sylvianita widyawati
Seminar nasional (semnas) jamu dan pembentukan Dewan Jamu Indonesia Provinsi Jatim di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (13/9/2023). 

SURYAMALANG.COM, MALANG -Seminar nasional (semnas) jamu dan pembentukan Dewan Jamu Indonesia Provinsi Jatim di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (13/9/2023).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr Sandiaga Salahuddin Uno BBA saat memberi sambutan mengatakan salah satu produk wellness tourism yaitu wisata minat khusus, kebugaran adalah jamu.


"Ini sebuah pendekatan dimana telah mendapatkan pengakuan dan Indonesia menunggu upaya-upaya ini yang akan memperkuat ekosistem wellness tourism dengan unsur pentahelix," kata dia. Maka perlu melibatkan unsur pemeirntah pusat dan daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, komunitas dan media. Ia menyatakan, Indonesia sudah tepat menjadi wellness tourism berdaya saing global.


India memiliki yoga dan Indonesia punya herbal seperti jamu. "Ini bisa menjadi unggulan. Saya titip pada Dewan Jamu Jawa Timur, pembentukan ini bukan hanya sebagai wadah pelestarian jamu tapi juga bisa melakukan implemetasi dan eksekusi pada program-programnya yaitu semangat mengikuti inovasi dan mengikuti trend kini," kata Sandiaga.


Sebab yang disenangi saat ini adalah hidup lebih panjang, sehat serta tidak dibarengi rasa sakit. Itulah inovasi. Selain itu, produk jamu juga harus masuk ke digitalisasi dan kolaborasi agar diminati oleh seluruh kalangan masyarakat. Sedang Prof Dr Ir Sasmito Djati MS, ketua panitia acara ini menjelaskan jika jamu adalah UMKM kecil. Bahkan ada yang masih jualan jamu dengan digendong.


Meski begitu, kualitas jamu harus dijaga dan dilindungi. Sehingga semua pihak harus melindungi baik dari sisi regulasi, pengusaha, akademisi juga pemerintah. "Tujuan kami hanya ingin menduniakan jamu," kata dia. Di acara itu juga dipamerkan berbagai produk terkait jamu dari sisi penelitian akademisi juga wirausaha. 


Salah satunya peneliti jamu yaitu guru besar UB Prof Dr Ir Elok Zubaidah MP yang membuat produksi jamu lewat "Kombucha". Ia juga jadi narasumber di acara itu. "Jamu-jamu modern ini nongkrongnya sudah dikafe-kafe," jelas Elok pada suryamalang.com sambil menunjukkan produknya. Produksinya bisa bertahan sampai tiga bulan. Ia menjelaskan produk kombuchanya diganti dengan rimpang.


Paling banyak diminati itu yaitu kunyit putih, sinom, kencur. Kecuali temulawak karena masih ada pahitnya. Botol ukuran 100 ml dijual Rp15 ribu. "Saya bikin masih dari orderan," jawab dia. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved