Kesehatan
WAWANCARA EKSKLUSIF dr Aris Rosidah: Pap Smear Tergantung Kondisi Si Wanita
Perjalanan kanker leher rahim (serviks) panjang, bahkan bisa sampai puluhan tahun.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Perjalanan kanker leher rahim (serviks) panjang, bahkan bisa sampai puluhan tahun.
Ada beberapa gejala untuk mengetahui kanker ganas ini, seperti pendarahan setelah hubungan suami istri, pendarahan spontan, atau keputihan yang tidak sembuh-sembuh.
Pap smear merupakan cara paling efisien untuk mendeteksi kanker serviks. Kira-kira usia berapa wanita perlu melakukan pap smear?
Berikut ini wawancara eksklusif wartawan SURYAMALANG.COM, Septiana Eka dengan dokter Patologi Anatomi dari RSI Unisma, dr Aris Rosidah SpPA M Biomed. Wawancara eksklusif ini juga dapat disaksikan di kanal YouTube SURYAMALANG.com.
Pada usia berapa perlu melakukan pap smear?
Tergantung pada wanitanya. Dia sudah kontak seksual aktif atau belum. Itu termasuk indikasi yang disarankan untuk paps smear.
Jika menikah usia 20 tahun, maka dia harus pap smear di usia 21 tahun. Jika tidak ada kelainan, maka setahun kemudian melakukan hal yang sama.
Jika tidak ada indikasi, maka bisa mengulang pada tiga tahun berikutnya, asal tidak ada keluhan. Tapi jika ada keluhan, ya harus ditindaklanjuti.
Tindakan pap smear sejauh ini bagaimana? Apa ada keluhan?
Sejauh ini tidak ada keluhan. Paling yang bikin rikuh itu kan posisi saat dilakukan pengusapan. Tidak sakit kok.
Bagaimana persiapan untuk pap smear?
Pertama, pap smear kan untuk melihat sel di leher rahim. Maka wanita itu tidak boleh hubungan suami istri dalam 24 jam terakhir sebelum pengambilan sample. Kalau sebelum itu masih hubungan suami istri, maka ada sisa-sisa produk ejakulasi sehingga akan mengaburkan hasilnya.
Kedua, perlu menghentikan obat-obatan yang lewat vagina. Ketiga, tidak dalam kondisi menstruasi atau habis melahirkan, baik normal maupun caesar. Bila setelah melahirkan, harus ada jeda waktu enam minggu.
Keempat, wanita itu dilarang menggunakan sabun kewanitaan sebelumnya. Kalau menggunakan sabun, itu akan mengaburkan hasilnya.
Bagaimana dengan ibu hamil?
Ibu hamil disarankan tidak melakukan karena usapan itu karena dikhawatirkan ada kontraksi di rahimnya. Khawatir juga keluar bayinya.