Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Surabaya Hari Ini

Anggota DPR dari PKB Akui Anaknya Pemabuk.tapi Sopan Pada Orangtua

Edward Tannur, anggota Fraksi PKB DPR dari NTT, menyebut anaknya, Ronald Tannur, sopan. Ronald Tannur adalah tersanga penganiaya janda asal Sukabumi.

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yuli A
luhur pambudi
Edward Tannur, anggota Fraksi PKB DPR RI dari NTT, mengaku kaget ketika anaknya Gregorius Ronald Tannur (31) alias GRT menjadi tersangka penganiayaan hingga tewas terhadap janda asal Sukabumi, Dini Sera Afrianti (29) di basement tempat hiburan malam Surabaya.  

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Edward Tannur, anggota Fraksi PKB DPR RI dari NTT, mengaku kaget ketika anaknya Gregorius Ronald Tannur (31) alias GRT menjadi tersangka penganiayaan hingga tewas terhadap janda asal Sukabumi, Dini Sera Afrianti (29) di basement tempat hiburan malam Surabaya. 

Ia tak menyangka, anak sulungnya melukai seseorang sekaligus menghilangkan nyawanya. 

Menurutnya, Ronald Tannur  memiliki watak kalem, sopan, menurut, dan selalu mengayomi kedua orangtua. 

"Itu yang buat saya kaget. Anak pertama saya, anak itu kalem sekali sopan sekali. Selalu melayani orangtua," ujar Edward Tannur kepada awak media di sebuah balai pertemuan kawasan Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, pada Selasa (10/10/2023) sore. 

Entah apa penyebabnya. Mengetahui pertama kali kasus sang anak pada pekan lalu, Edward Tannur hanya geleng-geleng kepala. Apalagi pada hari kejadian tersebut, dia tidak sedang di Surabaya. 

"Tapi kok bisa jadi seperti itu, saya kok kaget. Kenapa ini. Kerasukan setan atau apa ini, sampai terjadi seperti ini. Saya enggak tahu. Saya tidak ada di tempat," jelasnya. 

Saat pertama kali kabar mengenai kasus tersebut didengarnya dari sang istri. Dada dan hati Edward Tannur sesaknya bukan main. Ia mengaku sakit hati dengan perbuatan yang dilakukan sang anak. 

Berkalang terlalu lama dengan rasa sakit hati, iba dan emosi yang terus berkecamuk di benaknya, disadari tak memberikan solusi. 

Kejadian yang tak diinginkan itu, terlanjur terjadi menjadi takdir. Edward Tannur memasrahkan sang anak untuk bertanggung jawab secara hukum. 

"Jadi mamanya kontak. Saya kaget dan menyesal. Sakit hati juga. Tapi kemarin sudah terjadi. Ini bukan kehendak kita. Tapi beliau (GRT) sendiri yang menjalankan kegiatan yang sudah terjadi," terangnya. 

Edward Tannur mengaku tidak mengetahui sosok Dini korban tewas yang santer disebut-sebut sebagai kekasih dari sang anak. 

"Selama ini enggak pernah cerita. Memang sering pergi tapi kan kita enggak mungkin anak muda kita awasi dia terus, marah dia," katanya. 

Selama ini, perihal urusan asmara gejolak muda yang sedang dialami sang anak. Ia tak terlalu banyak 'cingcong' atau larangan yang mengekang.

Sebagai orangtua, Edward Tannur selalu dan tak pernah bosan memberikan 'wejangan' kepada GRT; soal urusan asmaran untuk pendamping hidup, merupakan hak prerogatif pribadi dari si anak. 

Yang terpenting 'bibit bebet bobotnya' juga harus dijadikan pertimbangan untuk memilih pendamping hidup.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved