Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Misteri Situs Watu Gilang Belum Terungkap

Diperkirakan dulu situs yang berada di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini merupakan benteng pertahanan.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
DOK./ITN Malang
Surya Chandra Wijaya meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Kodim 0818/Malang-Batu. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Masih banyak misteri yang belum terungkap terkait Situs Watu Gilang.

Diperkirakan dulu situs yang berada di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini merupakan benteng pertahanan.

Saat ini situs tersebut berada di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya Raden Soerjo.

Melansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), wilayah perbukitan ini merupakan tempat terjadinya pertempuran antara pengikut Ken Arok dan tentara Kediri yang datang menyerbu Tumapel pada tahun 1222 Masehi.

Diduga fungsi Watu Gilang pada masa lalu adalah sebagai benteng pertahanan. Dugaan ini mendasar pada letak situs yang tidak jauh dari Dusun Ganter atau Ganten Dua.

Situs ini juga berada di perbukitan Watu Gilang. Namun sampai saat ini belum ada catatan sejarah atau prasasti yang menguatkan pendapat tersebut.

"Sampai sekarang masih menjadi misteri. Asal usulnya bagaimana, dan ada kaitanya dengan asal usul Desa Ngabab atau tidak, juga masih misteri," kata, Surya Chandra Wijaya, mahasiswa S1 Teknik Mesin Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (101/10).

Chandra mengikutkan temuan itu dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Kodim 0818/Malang-Batu pada Kamis (5/10). Chandra mengikuti LKTI mewakili Koramil 0818-01/Pujon. Chandra pun meraih juara 1 dalam LKTI tersebut.

Chandra mengakui karya tulis ilmiah tersebut masih banyak permasalahan yang belum terpecahkan. Menurutnya, misteri Watu Gilang yang belum terungkap masih bisa diadakan penelitian lebih lanjut agar masyarakat mengetahui sejarah asal usul desa atau daerahnya.

"LKTI ini bisa menambah pengalaman saya untuk dapat berfikir kritis. Saya juga akan ikutkan hasil lomba ini ke tingkat Kodim se-Jawa Timur (Jatim)," ujarnya.

Chandra senang bisa meraih juara 1. Sebenarnya Chandra ikut dua lomba, yaitu fotografi dan karya tulis ilmiah untuk kategori pelajar/mahasiswa.

Dua kategori lomba itu terbuka untuk anggota TNI, masyarakat, dan pelajar/mahasiswa. Setiap Koramil mengirim enam peserta, dan setiap peserta mewakili masing-masing kategori dan masing-masing jenis lomba.

"Pesertanya dari berbagai daerah di Malang Raya. Semua Koramil di Malang Raya mengirim enam peserta, dan kemudian dilombakan di Kodim," imbuhnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved