Senin, 4 Mei 2026

Berita Kota Batu Hari Ini

Pj Wali Kota Batu Merasa Sudah Terapkan Semua Aahan Jokowi

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengklaim semua arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah diterapkan di Kota Batu.

Tayang:
Penulis: Dya Ayu | Editor: Yuli A
pemkot
Pj Wali Kota Batu dan Penjabat Kepala Daerah se-Indonesia Rakor bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/10/2023). 

SURYAMALANG.COM - Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengklaim semua arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah diterapkan di Kota Batu, termasuk soal mencegah terjadinya inflasi dan persiapan menghadapi tahun politik.

“Di Kota Batu sebenarnya sudah berjalan sesuai arahan dari Bapak Presiden, jadi hanya tinggal penguatan-penguatan saja,” kata Aries Agung Paewai usai menghadiri arahan Jokowi bersama para Penjabat Kepala Daerah se-Indonesia di Jakarta, Senin (30/10/2023).

Dalam rapat tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam menghadapi tahun politik dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, serta mengingatkan tentang ketidakpastian ekonomi global yang sangat sulit diprediksi, dan hal itu berdampak utamanya bagi negara berkembang seperti Indonesia karena naiknya suku bunga hingga naiknya inflasi.

Dengan adanya perubahan iklim juga berdampak pada menurunnya produksi beras dan harganya yang kini kian melambung. Bahkan menurut Joko Widodo, untuk impor beras saat ini sudah tidak mudah, karena banyak negara produsen beras enggan melepas produksinya dikarenakan hal yang sama.

“Saya berbicara dengan PM Narendra Modhi, yang punya stok beras, tapi dia tidak berani melepas. Vietnam, Kamboja, Thailand yang  biasanya menyodor-nyodorkan juga sama. Bisa tapi terbatas, inilah situasinya. Perang antara Ukraina dan Rusia juga berpengaruh diakibatkan naiknya harga gandum di dua negara tersebut dengan produksi 207 juta ton. Belum lagi Perang Hamas dan Israel kalau meluas, melibatkan Hizbullah, Libanon, Suriah, Houti, saya kira semua akan masuk bantu membantu yang terjadi adalah kenaikan harga minyak. Kalau BBM naik maka inflasi akan naik, harga barang dan jasa akan naik," kata Joko Widodo, Senin (30/10/2023).

Berdasar arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, beras sudah naik 19,8 persen year to year kalau month to date 2,5 persen. 

“Kalau pemerintah daerah mempunyai kemampuan segera intervensi agar harga pangan tidak semakin naik. Lihat pasar, stok di kabupaten/kota provinsi, cek lihat jangan terjebak rutinitas administrasi sehari-hari. Urusan harga tolong diperhatikan, jaga pasokan, pantau harga, turun ke lapangan,” jelasnya.

Presiden Jokowi juga mengingatkan agar Pj Kepala Daerah menjaga inflasi dengan anggaran tak terduga yang bisa dipakai untuk mengatasinya dengan cara menggerojok pasokan barang yang naik dengan sistem supply and demand.

 


“Hati-hati, sebetulnya anggaran tak terduga itu bisa dipakai untuk mengatasi inflasi, payung hukumnya sudah ada. Apabila ada harga naik, inflasi naik segera grojok pasokannya. Demand tetap supply tidak ada, cari ke produsennya. Bawang merah misalnya apabila naik cari langsung ke Brebes. Beras cari ke kabupaten yang surplus beras, menggunakan anggaran BTT. Yang di cover biaya transportasinya, ditanggung oleh pemda biar harganya sama dengan di tingkat produksi,” tutur Jokowi.

 


Jokowi mengingatkan pemilihan Pj Kepala Daerah dilakukan karena tidak mempunyai beban politik jadi seharusnya bisa menentukan pioritas dan orientasi yang gokus pada urusan penting yakni menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

 


Selain itu, menurut Presiden dalam penanganan inflasi ada enam langkah yakni mengendalikan inflasi jaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan pantau harga riil di pasar, turun ke lapangan dan jika ada masalah bisa lakukan intervensi. 

 

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved