Liputan Khusus Malang
Demi Optimasi Kuota di PTN, Ada 4 Pilihan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Test
Perubahan dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024 untuk mengoptimasi kuota di PTN.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Perubahan dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024 untuk mengoptimasi kuota di PTN. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perlu adanya perubahan regulasi ini.
Perubahan ini sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya karena calon mahasiswa yang diterima di jalur pilihannya malah tidak daftar ulang, atau peserta yang tidak sreg pada prodi pilihan kedua sehingga tidak daftar ulang.
Ada juga karena penyebab lainnya. Misalnya, peserta pernah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada 2023 melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Test (SNBT). Namun saat daftar ulang, ternyata Uang Kuliah Tunggal (UKT)-nya cukup tinggi, sehingga peserta itu tidak meneruskan ke PTN tapi mendaftar ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang SPP-nya sesuai kemampuan orang tuanya.
Ketua Umum Tim Penanggungjawab SNPMB 2024, Prof Ganefri mengatakan perubahan kebijakan itu sebagai upaya agar peserta yang daftar ulang di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan SNBT bisa banyak. "Tujuannya juga agar peserta yang berhak masuk mau memanfaatkannya," kata Ganefri kepada SURYAMALANG.COM beberapa waktu lalu.
Revisi regulasi itu juga bisa membuat calon mahasiswa tidak mudah mendaftar ke jalur mandiri karena kurang sreg dengan prodi yang bukan pilihan utamanya. Sistem UTBK SNBT paling baik untuk menyeleksi calon maba. Bahkan PTN memakai sistem itu bisa untuk masuk seleksi mandiri karena ada informasi yang valid tentang peserta.
Ketentuan akreditasi sekolah terkait SNBP tidak berubah. Sekolah akreditasi A bisa mendaftarkan 40 persen siswa terbaiknya, sekolah akreditasi B sebanyak 25 persen siswa terbaiknya, dan akreditasi C dan lainnya hanya lima persen siswa terbaiknya. Sekolah wajib mengisi Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS) untuk siswa yang eligible masuk SNBP.
Sebelum menentukan pilihan, peserta bisa komunikasi dengan orang tua untuk memilih prodi sesuai passion. Orang tua dan peserta bisa menelusuri beberapa PTN untuk melihat pilihan prodi, peluang, dan memikirkan biaya kebutuhan hidup bila diterima di PTN luar kota.
"Memang ada plus dan minus jika anak diterima di PTN di kota lain," kata Rohani.
Orang pasti senang jika anaknya diterima di PTN di kota sendiri. Tapi persaingan PTN tersebut pasti sangat ketat karena banyak peserta dari daerah lain yang juga ingin kuliah di Malang.
"Dengan empat pilihan prodi dan jenjang di jalur SNBT saat SNPMB 2024 juga tidak sekedar memilih diterima tapi juga mempertimbangkan hal lainnya, termasuk kemampuan anak dan ekonomi orang tua," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Tim-Penanggungjawab-SNPMB-2024-Prof-Ganefri-df.jpg)