Sabtu, 18 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Maksud Jurnalisme Positif Versi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia di Malang

Jurnalisme positif adalah cara untuk menjaga integritas bangsa, demikian pengertian versi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).  

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
purwanto
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana (dua dari kanan) saat berdiskusi dalam acara diskusi publik yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya di gedung Amphitheater, Malang Creative Center, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (19/12/23). Diskusi tersebut bertajuk 'Jurnalisme Positif Menuju Pemilu Damai' dengan menghadirkan narasumber Kapolres Se Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) serta Pejabat KPU dan Bawaslu dari tiga daerah di Malang Raya. Diskusi tersebut tentang edukasi dan potensi masalah yang mungkin timbul selama masa jelang Pemilu 2024. 

Jurnalisme positif adalah cara untuk menjaga integritas bangsa, demikian pengertian versi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).  

SURYAMALANG.COM, MALANG - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya mengundang seluruh pemangku kepentingan terkait Pemilu di Malang ke Malang Creative Centre.

Di antara yang diundang adalah perwakilan kepala daerah, KPU, Bawaslu, serta Polri. Mereka diajak berdiskusi tentang jurnalisme positif dalam menyukseskan Pemilu 2024.

Acara yang bertajuk Jurnalisme Positif Menuju Pemilu Damai itu juga dihadiri perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dan beberapa kampus, serta Lembaga Pers Mahasiswa di Kota Malang.

Ketua Pelaksana, Deni Irwansyah, mengungkapkan, jurnalisme positif perlu diterapkan agar literasi Pemilu kepada masyarakat tepat sasaran. Menurutnya, jurnalisme positif adalah cara  untuk menjaga integritas bangsa. 

"Memberikan literasi kepada masyarakat tentang Pemilu. Di sini, saya menyampaikan pesan bahwa jurnalis tidak sekadar membuat berita, namun juga memberikan harapan, optimisme, bukan provokasi, agar tercipta Pemilu damai. Kami hadirkan stakeholder terkait agar bisa mendengar apa sih yang perlu dibangun untuk mewujudkan Pemilu damai," ujar Deni.


Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, pentingnya penyelenggaraan Pemilu yang damai khususnya di Kota Malang. Bahkan di beberapa kesempatan, hal ini sering disampaikan orang nomor satu di Pemkot Malang ini. 


Menurutnya, sebagai kota yang dikenal rukun dan punya toleransi yang tinggi, perbedaan pandangan dan pilihan saat pemilu seharusnya tidak menjadi kendala, malah menurutnya nilai lebih ini menjadi potensi besar untuk semakin memperkenalkan citra Kota Malang sebagai barometer toleransi di Jawa Timur.

Wahyu  menilai, masa kampanye yang telah dilalui cenderung kondusif. Tidak ada kejadian-kejadian yang berdampak pada kondusifitas Kota Malang.

Menurutnya ini juga dikarenakan peran serta berbagai pihak yang telah turut menjaga Kota Malang.

"Ini perlu saya sampaikan, menghadapi pesta demokrasi, saya yakin Kota Malang sudah siap, karena kita sudah punya modal, Kota Malang ini kota yang rukun dan punya tingkat toleransi yang tinggi. Ini potensi yang harus tetap kita jaga sehingga semakin mengenalkan pada pihak luar tentang Kota Malang sebagai barometer toleransi di Jawa Timur," .

Wahyu mengajak rekan-rekan media ikut berpartisipasi menjaga dan menciptakan pemilu damai di Kota Malang. Wahyu menambahkan peran media sangat besar dalam membangun suasana kondusif melalui berita-berita yang mengedukasi sehingga menciptakan ketenangan di masyarakat.

"Saya mengajak rekan-rekan media, mari ikut berpatisipasi, berkontribusi dengan menyajikan berita-berita yang mengedukasi masyarakat, memberikan ketenangan masyarakat, sekaligus menangkal berita hoax yang meresahkan," imbau Wahyu. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved