Berita Malang Hari Ini
Maksud Jurnalisme Positif Versi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia di Malang
Jurnalisme positif adalah cara untuk menjaga integritas bangsa, demikian pengertian versi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli A
Jurnalisme positif adalah cara untuk menjaga integritas bangsa, demikian pengertian versi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
SURYAMALANG.COM, MALANG - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya mengundang seluruh pemangku kepentingan terkait Pemilu di Malang ke Malang Creative Centre.
Di antara yang diundang adalah perwakilan kepala daerah, KPU, Bawaslu, serta Polri. Mereka diajak berdiskusi tentang jurnalisme positif dalam menyukseskan Pemilu 2024.
Acara yang bertajuk Jurnalisme Positif Menuju Pemilu Damai itu juga dihadiri perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dan beberapa kampus, serta Lembaga Pers Mahasiswa di Kota Malang.
Ketua Pelaksana, Deni Irwansyah, mengungkapkan, jurnalisme positif perlu diterapkan agar literasi Pemilu kepada masyarakat tepat sasaran. Menurutnya, jurnalisme positif adalah cara untuk menjaga integritas bangsa.
"Memberikan literasi kepada masyarakat tentang Pemilu. Di sini, saya menyampaikan pesan bahwa jurnalis tidak sekadar membuat berita, namun juga memberikan harapan, optimisme, bukan provokasi, agar tercipta Pemilu damai. Kami hadirkan stakeholder terkait agar bisa mendengar apa sih yang perlu dibangun untuk mewujudkan Pemilu damai," ujar Deni.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, pentingnya penyelenggaraan Pemilu yang damai khususnya di Kota Malang. Bahkan di beberapa kesempatan, hal ini sering disampaikan orang nomor satu di Pemkot Malang ini.
Menurutnya, sebagai kota yang dikenal rukun dan punya toleransi yang tinggi, perbedaan pandangan dan pilihan saat pemilu seharusnya tidak menjadi kendala, malah menurutnya nilai lebih ini menjadi potensi besar untuk semakin memperkenalkan citra Kota Malang sebagai barometer toleransi di Jawa Timur.
Wahyu menilai, masa kampanye yang telah dilalui cenderung kondusif. Tidak ada kejadian-kejadian yang berdampak pada kondusifitas Kota Malang.
Menurutnya ini juga dikarenakan peran serta berbagai pihak yang telah turut menjaga Kota Malang.
"Ini perlu saya sampaikan, menghadapi pesta demokrasi, saya yakin Kota Malang sudah siap, karena kita sudah punya modal, Kota Malang ini kota yang rukun dan punya tingkat toleransi yang tinggi. Ini potensi yang harus tetap kita jaga sehingga semakin mengenalkan pada pihak luar tentang Kota Malang sebagai barometer toleransi di Jawa Timur," .
Wahyu mengajak rekan-rekan media ikut berpartisipasi menjaga dan menciptakan pemilu damai di Kota Malang. Wahyu menambahkan peran media sangat besar dalam membangun suasana kondusif melalui berita-berita yang mengedukasi sehingga menciptakan ketenangan di masyarakat.
"Saya mengajak rekan-rekan media, mari ikut berpatisipasi, berkontribusi dengan menyajikan berita-berita yang mengedukasi masyarakat, memberikan ketenangan masyarakat, sekaligus menangkal berita hoax yang meresahkan," imbau Wahyu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jurnalisme-positif-Ikatan-Jurnalis-Televisi-Indonesia-IJTI-Korda-Malang-Raya.jpg)