Kamis, 23 April 2026

Berita Bangkalan Hari Ini

Aib Dibuka, Remaja Bersaudara Bunuh Pelajar Usai Ngopi Bareng di Bangkalan

#BANGKALAN - Mayat pria tanpa identitas awalnya ditemukan seorang pemancing, Puji Santoso, warga Desa Jaddih Kecamatan Socah.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yuli A
ahmad faisol
Evakuasi jasad Mohammad Hifni (16), siswa SMK asal Desa Lergunong, Kecamatan Klampis usai ditemukan tanpa identitas oleh pemancing di rawa-rawa pinggir Jalan Kinibalu, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Sabtu (6/1/2024). 

#BANGKALAN - Mayat pria tanpa identitas awalnya ditemukan seorang pemancing, Puji Santoso, warga Desa Jaddih Kecamatan Socah.

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN – Satreskrim Polres Bangkalan memeriksa dua bersaudara, MFA (18) dan MAJ (16), warga Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, Minggu (7/1/2024).

Kakak-adik tersebut diduga kuat sebagai pembunuh Mohammad Hifni (16), siswa SMK asal Desa Lergunung Kecamatan Klampis.  

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bangkalan, Iptu Herly, mengungkapkan, beberapa saat sebelum pembunuhan, MFA dan MAJ bersama korban sempat ngopi bareng pada Kamis (4/7/2024) malam.

“Setelah pukul 19.00 WIB dibawalah korban ke TKP di rawa-rawa itu dengan alasan mau melihat pancing yang dipasang, (pancing) milik pelaku. MFA turun duluan ke TKP, kemudian memanggil korban agar melihat pancingnya. Di situlah kemudian terjadi pembunuhan,” ungkap Herly di hadapan awak jurnalis.

Seperti diketahui, mayat pria tanpa identitas awalnya ditemukan seorang pemancing, Puji Santoso, warga Desa Jaddih Kecamatan Socah. Siang itu, ia hendak memancing bersama anaknya yang masih berusia bocah.

Awalnya, Puji mengira tubuh mayat dengan posisi telungkup itu awalnya adalah boneka. Namun ketika melihat bagian pelipis telah mengelupas, ia memilih kabur dan menyadari bahwa di depannya adalah mayat.

Dari lokasi penemuan mayat, personel Inafis Satreskrim Polres Bangkalan membawa dua pasang sandal jepit. Mayat ditemukan dalam posisi telungkup, tidak lebih 10 meter dari tepian Jalan Kinibalu, Desa Bilaporah Kecamatan Socah.

“Sementara pengakuannya, (MFA) merasa sakit hati kepada korban karena aibnya dibuka, ini masih pendalaman tetapi pelaku sudah mengakui,” pungkas Herly. 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved