Sosok Pemuda Nganjuk Dinobatkan Jadi Pria Tampan di Jepang, Febbryan Ingin Pulang dan Jadi Kades

Sosok pemuda Nganjuk dinobatkan jadi pria tampan di Jepang, Febbryan ternyata bercita-cita jadi Kades di kampungnya.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Koresponden Tribunnews.com|Richard Susilo/Istimewa
Febbryan Kurnia Pratama pemuda Nganjuk dinobatkan jadi pria tampan di Jepang bercita-cita jadi Kades di kampungnya. 

SURYAMALANG.COM, - Inilah kisah pemuda Nganjuk dinobatkan jadi pria tampan di Jepang hingga bercita-cita jadi kepala desa di kampung halamannya. 

Sosok pemuda Nganjuk itu bernama Febbryan Kurnia Pratama atau akrab disapa Bri berusia 26 tahun. 

Kisah hidup Febbryan selama merantau sampai dinobatkan jadi pria tampan di Jepang cukup unik dan menarik. 

Febbryan tinggal di Negeri Sakura itu sejak magang di bidang perikanan Jepang bersama lima orang Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya. 

Lalu baru-baru ini Febbryan mendapat predikat Pria Tampan dari Ikemen Perikanan Koperasi Perikanan Nango di Kota Prefektur Miyazaki, Jepang.

Kompetisi bernama Nango Ikemen So Sengkyo (Nango Ikemen Election) ini diikuti oleh 19 nelayan berusia 19 hingga 60 tahun.

Poster daftar 19 ikemen yang ikut lomba. Tiga di antaranya dari Pemagang Indonesia
Poster daftar 19 ikemen yang ikut lomba. Tiga di antaranya dari Pemagang Indonesia (Koresponden Tribunnews.com|Richard Susilo)

Ikemen sendiri merupakan istilah yang menggambarkan "pria tampan" dalam budaya pop Jepang.

Adapun, kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Koperasi Perikanan Nango untuk meningkatkan industri perikanan.
 
Ada lebih dari 400 suara dari para voters untuk memilih Ikemen atau pria tampan dalam organisasi tersebut.

Kotak suara pun didirikan di tiga lokasi, termasuk "Minato no Eki Metsuki".

Penghargaan atau predikat sebagai "Pria Tampan" itu pun didapatkan Febbryan Kurnia Pratama pada Sabtu (13/1/2024).

Adapun, Febbryan Kurnia Pratama sudah 4,5 tahun tinggal di Miyazaki, Jepang.

Baca juga: Viral Sekelompok Bocah SD Bertaruh Nyawa Jongkok Lewati Jembatan Miring, Camat Pasrah Tunggu APBN

Febbryan Kurnia Pratama atau Bri (tengah membawa topi) bersama 4 teman lainnya juga dari Indonesia
Febbryan Kurnia Pratama atau Bri (tengah membawa topi) bersama 4 teman lainnya juga dari Indonesia (Istimewa via Tribunnews.com)

Sehari-hari, Febbryan Kurnia Pratama bekerja sebagai pemukat ikan.

Febbryan sendiri adalah lulusan salah satu sekolah pelayaran di Cilacap, Jawa Tengah.

Kala itu, ada warga negara Jepang yang berkunjung ke sekolah Febbryan dan merekrutnya untuk bekerja di negeri matahari terbit tersebut.

"Direkrut oleh orang Jepang yang datang ke sekolah lalu belajar bahasa Jepang di Tangerang," tutur Febbryan Kurnia Pratama, dilansir dari Tribunnews, Selasa (16/1/2024).

"Sekitar 30 orang diterima bekerja di Jepang termasuk saya ditempatkan di Miyazaki," paparnya lagi.

Diketahui, hampir 100 orang pemagang Indonesia ada di Miyazaki saat ini.

Ketika sedang berlayar di tengah laut, Febbryan Kurnia Pratama kerap diminta untuk membuat masakan Indonesia.

Masakannya itu bukan hanya disantap oleh orang Indonesia, tetapi juga pekerja asal Jepang sendiri.

"Orang Jepang juga makan makanan buatan saya ala Indonesia dengan bahan-bahan yang ada di kapal. Alhamdulillah mereka suka juga," ujarnya.

Baca juga: Kebaikan Luna Maya Bikin Keluarga Maxime Bouttier Tak Bisa Berkata-kata, Ikhlas Tanpa Membedakan

Artikel Tribunnews.com 'Terima Hadiah Khusus Sebagai Pria Tampan di Jepang'.

Febbryan Kurnia Pratama atau Bri (tengah membawa topi) dinobatkan sebagai pria tampan di Jepang
Febbryan Kurnia Pratama atau Bri (tengah membawa topi) dinobatkan sebagai pria tampan di Jepang (Istimewa via Tribunnews.com)

Febbryan Kurnia Pratama mengaku tidak memiliki masalah dalam hal makanan.

Hal itu karena Febbryan mampu memasak sendiri terutama mengolah hasil laut seiring tugasnya menangkap ikan di laut.

Saat kontraknya habis, Febbryan Kurnia Pratama ternyata mendapatkan panggilan lagi untuk bekerja di Miyazaki.

"Saat kontrak saya habis, saya dipanggil lagi sama bos untuk kembali ke Miyazaki, ya saya kembali lagi," tutur Febbryan Kurnia Pratama.

"Semua diuruskan oleh bos Jepang saya dengan baik untuk kehidupan di sini," lanjut Febbryan

Meski tinggal di salah satu negara maju di Asia, Febbryan Kurnia Pratama ternyata masih ada keinginan untuk kembali ke Tanah Air.

Pasalnya, Febbryan Kurnia Pratama memiliki cita-cita untuk menjadi kepala desa.

"Saya mau pulang nantinya ke Indonesia dan bercita-cita menjadi kepala desa," ungkap Febbryan Kurnia Pratama.

Sementara itu warga Miyazaki, Takeuchi menilai, penghargaan Pria Tampan ini memang menarik untuk industri perikanan.

Terutama, untuk mengembangkan daerah setempat.

"Saya pikir itu bagus, dan saya pikir itu nelayan yang tampan perlu dicari untuk meningkatkan daya tarik bidang perikanan," ungkap Takeuchi. 

"Dan dapat menumbuhkembangkan daerah yang bersangkutan jadi perhatian banyak orang nantinya," imbuh Takeuchi. 

Selain itu Takeuchi menilai, industri yang ramai diharapkan bisa meningkatkan semangat kerja para nelayan.

"Saya akan senang jika pelabuhan makmur dan banyak orang datang, dan saya berharap para nelayan akan bersemangat dan melakukan yang terbaik," tandas Takeuchi.

Update berita terbaru di Google News SURYAMALANG.com 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved