Berita Viral

Viral Isi Ransel Polisi Saat Amankan Pemilu di Ponorogo, Tak Sesuai Dugaan, Ada 2 Benda Wajib Dibawa

Terungkap isi ransel polisi saat amankan Pemilu di Ponorogo sukses menjadi sorotan. Ternyata jauh dari dugaan warganet.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM
Viral Isi Ransel Polisi Saat Amankan Pemilu di Ponorogo 

SURYAMALANG.COM - Terungkap isi ransel polisi saat amankan Pemilu di Ponorogo sukses menjadi sorotan. 

Ternyata isi tas ransel polisi saat amankan Pemilu ini tak sesuai dugaan banyak orang. 

Jika membayangkan mengamankan Pemilu parapolisi ini membawa senjata api ternyata dugaan itu salah besar. 

Ada 2 benda wajib ada di tas ransel polisi di Ponorogo saat amankan Pemilu 2024 nanti. 

Diketahui, sebanyak 684 personel Polres Ponorogo dipersiapkan untuk mengamankan Pemilu 2024.

Ratusan polisi tersebut rupanya dibekali dengan sebuah tas ransel.

Lantas apa saja isi tas ransel para polisi saat bertugas amankan Pemilu 2024?

Seorang anggota Polres Ponorogo, Aiptu Nanang memperlihatkan isi tas ranselnya.

"Jangan bayangkan isinya senjata api, granat atau benda-benda seram lainnya.

“Ada tongkat, ada borgol juga,” ujar salah satu anggota Polres Ponorogo, Aiptu Nanang.

Kemudian Anang mengeluarkan barang-barang lain.

Anggota Polres Ponorogo perlihatkan isi tas ranselnya saat amankan Pemilu 2024 (Suryamalang.com/Pramita Kusumaningrum)
Anggota Polres Ponorogo perlihatkan isi tas ranselnya saat amankan Pemilu 2024 (Suryamalang.com/Pramita Kusumaningrum) ()

Baca juga: Biodata Letjen Purn Hotmangaradja Pandjaitan Asisten Khusus II Menhan Prabowo, Putra D.I. Pandjaitan

Baca juga: Viral Dokter Foto Prewedding di Ruang Operasi, Banyak Dihujat Endingnya Dipecat dari Rumah Sakit

Ternyata di dalam tas ranselnya ada rompi,jas hujan, pakaian pribadi dan alat ibadah.

"Pokoknya semua barang pribadi juga ada.

Biar tidak bingung saat pengamanan,” ungkapnya.

Kapolres Ponorogo, AKBP Anton Prasetyo menerangkan bahwa isi ransel macam-macam.

Namun yang pasti adalah borgol dan tongkat yang melekat.

“Isinya macam-macam.

Ada borgol dan tongkat.

Memang tidak ada yang rawan tapi kita tidak boleh meremehkan,” ungkap Anton.

Tidak hanya itu, ada rompi, jas hujan, pakaian pribadi dan alat ibadah.

Untuk jas hujan memang disiapkan, karena memang musim hujan.

“Petugas harus siap apapun yang terjadi.

Mereka akan melakukan pengamanan TPS mulai 13 Februari sampai 15 Februari,” pungkasnya.

Tercatat ada 684 personel yang akan bertugas mengamankan sebanyak 2.893 TPS pada pencoblosan, Rabu (14/2/2024) nanti.

“Ponorogo ada 2.893 TPS.

Nanti akan diamankan oleh 684 personel Polres Ponorogo,” ujar Anton.

Pola pengaman yang diterapkan ada dua skema.

Skema pertama diterapkan di 48 TPS yang berada pada remote area atau wilayah terpencil atau terjauh.

“Pola pengamanannya 2-6-12.

Artinya 2 personel menjaga 6 TPS dan ada 12 linmas,” ungkap mantan Kapolres Madiun ini.

Sementara, ribuan TPS lainnya dijaga dengan kedua yaitu 2-12-24, artinya adalah 2 personel, 12 TPS dan 24 linmas.

“Kami terapkan pola-pola itu berdasarkan kerawanan dari masing-masing TPS,” bebernya.

Menurutnya, tidak ada TPS di Ponorogo yang masuk kategori rawan. Namun demikian, kapolres menyebutkan bahwa pihaknya tidak boleh meremehkan situasi.

Anton juga menekankan beberapa hal kepada anggota yaitu larangan bagi anggota pengamanan TPS dan tugas yang harus dilakukan anggota.

“Contohnya petugas pengamanan dilarang masuk ke area.

Petugas pengamanan TPS juga dilarang foto dan dokumentasi dan publikasi hasil pemungutan suara,” pungkasnya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved