Sabtu, 18 April 2026

Ramadhan 2024

Kapan Jadwal Puasa Ramadhan 2024? Simak Versi Muhammadiyah, Pemerintah, NU dan BMKG

Informasi seputar kapan jadwal Puasa Ramadhan 2024 atau Ramadhan 1445 H saat ini banyak dicari oleh warganet. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Kapan Jadwal Puasa Ramadhan 2024? 

Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 2024 dilakukan dengan mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis atau hisab serta hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal.

Baca juga: Bacaan Tahlil untuk Doakan Orang Meninggal Saat Ramadhan 2024, Dengan Tulisan Arab dan Latin

Pada hari yang sama, Kemenag juga menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadhan.

"Kami menggelar pemantauan hilal awal Ramadhan 2024 dilakukan di 134 titik di seluruh Indonesia, " kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib.

Nah, hasil pemantauan hilal awal Ramadhan 2024 akan menjadi rujukan dalam pelaksanaan Sidang Isbat.

Adib mengatakan, Sidang Isbat dibagi menjadi tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadhan 1445 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi).

Kedua, Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 1445 Hijriah yang digelar secara tertutup setelah Salat Magrib.

Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatulhilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 134 lokasi di seluruh Indonesia.

"Ketiga, konferensi pers hasil sidang isbat," ujar Adib, dikutip dari laman resmi Kemenag.

Jadwal Puasa Ramadhan 2024 Versi NU

Sama seperti Kemenag, NU juga belum menentukan awal puasa Ramadhan 2024.

Sebab untuk menentukan awal puasa Ramadhan, NU menggunakan metode yang sama dengan pemerintah.

Yaitu melalui pelaksanaan rukyatul hilal atau proses pengamatan ketampakan hilal saat Matahari terbenam menjelang awal bulan yang dilakukan di sejumlah titik pengamatan.

Baca juga: Kumpulan Lirik Sholawat Nabi Muhammad SAW Saat Ramadhan 2024: Anta Syamsun Anta Badrun, Huwannur

Dalam metode rukyat, hilal yang berada di bawah ketinggian dua derajat mustahil diamati dengan mata.

Namun jika lebih dari dua derajat, maka hilal memungkinkan untuk dilihat dengan mata telanjang.

Pemantauan hilal awal Ramadhan 1445 H oleh NU juga akan dilakukan pada Minggu, 10 Maret 2024 di 50 hingga 60 titik.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved