Jumat, 17 April 2026

Berita Persebaya Hari Ini

PSS Sleman Minta Maaf Tapi Salahkan Tim Persebaya Soal Insiden Sepakan Brutal Wahyudi Hamisi

Gusti Randa menyebut apa yang dibuat oleh Tim Persebaya terlalu berlebihan karena buktinya Bruno bisa langsung bangkit dan bermain hingga menit akhir

|
Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
Kericuhan di lapangan dalam laga Persebaya Vs PSS Sleman (jersey putih) pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (3/3/2024). Kericuhan itu dipicu aksi brutal pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi yang menendang bola mengenai kepala pemain Persebaya, Bruno Moreira yang tengah tergeletak di lapangan di menit 19 laga Liga 1 musim 2023/2024 Pekan ke-27 . 

SURYAMALANG.COM - PSS Sleman merespon insiden sepakan brutal pemainnya, Wahyudi Hamisi yang mengenai kepala Bruno Moreira dengan meminta maaf tapi juga menyalahkan tim Persebaya.

Melalui Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa, PSS Sleman menilai tim Persebaya berlebihan terkait insiden yang memicu kericuhan antar pemain di lapangan, di laga Pekan 27 Liga 1 2023/2024 itu.

Baca juga: Persebaya Tuntut PSSI Hukum Berat Wahyudi Hamisi dan Wasit Ginanjar Terkait Aksi Brutal pada Bruno

Gusti Randa menyayangkan banyaknya video yang bertebaran di media sosial yang tidak menayangkan momen tendangan Wahyudi Hamisi ke kepala Bruno Moreira.

"Kami dari PSS Sleman ingin menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi atas peristiwa kemarin," ujar Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa di Omah PSS, Sleman, Senin (4/3/2024) sore.

"Saya sebelumnya sangat menyayangkan atas banyaknya potongan video yang beredar saat kejadian tersebut dengan tidak menayangkan video lengkap sebelum kejadian." 

"Dalam video lengkap, terlihat Bruno sudah terjatuh lebih dulu akibat dilanggar oleh pemain PSS."

"Namun, permainan tetap dilanjutkan bahkan Persebaya sempat menyerang lebih dulu."

"Setelah bola sempat ditepis oleh kiper PSS, bola langsung diambil oleh pemain Persebaya," lanjutnya.

Gusti juga menjelaskan pemain Persebaya seharusnya membuang bola karena melihat temannya terjatuh kesakitan dan bukan terus membawa bola.

"Terlihat jelas dalam video pemain Persebaya terus membawa bola dan mengarahkannya ke dekat Bruno," ujar Gusti Randa.

"Tindakan Hamisi untuk mengambil bola menurut saya harus dilakukan karena untuk menutup gerak lawan."

"Mengingat kami kebobolan pertama karena lengah menutup gerak lawan."

"Tendangan Hamisi ternyata menyentuh kepala Bruno."

"Saat itu, Bruno langsung bangkit dan malah ingin memukul Hamisi."

"Menurut saya, apa yang dibuat oleh Tim Persebaya terlalu berlebihan karena buktinya Bruno bisa langsung bangkit dan bermain hingga menit akhir," lanjutnya.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved