Berita Persebaya Hari Ini

Bungkam Arema FC dan Penalti Gaib, Azrul Ananda : Persebaya Bolo Tuhan

Namun, penalti gaib yang dieksekusi Dedik Setiawan berhasil diselamatkan kiper Persebaya Andhika Ramadhani.

Penulis: Eko Darmoko | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
CEO Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, hadir dalam sesi latihan tim di Lapangan Thor Surabaya, Jumat (29/3/2024). 

Pada menit 61, Arema FC mendapatkan hadiah penalti dari wasit seusai pemain Persebaya, Kadek Raditya, dianggap melakukan handsball di kotak penalti.

Dari tayangan video, terlihat bahwa bola tidak menyentuk tangan Kadek, melainkan hanya mengenai dada Kadek.

Namun, wasit tetap saja memberikan penalti untuk Arema FC.

Kemudian, Dedik Setiawan yang menjadi algojo penalti gagal memberikan gol untuk Singo Edan.

Tendangan Dedik Setiawan berhasil diblok kiper Persebaya, Andhika Ramadhani.

Perihal penalti ini, Persebaya melalui akun Instagram resminya, menyindir kepemimpinan wasit dan eksistensi Arema FC sebagai tim yang sering diberi hadiah penalti.

"Dapat Penalti Gaib, Arema FC Klub Terbanyak Dapat Penalti," begitu judul Persebaya dalam caption unggahannya, Kamis (28/3/2024).

Selanjutnya, akun Instagram Persebaya membeberkan riwayat Arema FC dalam menerima hadiah penalti, bahkan sambil menyebut nama CEO Arema FC, Iwan Budianto.

Aksi striker Arema FC, Dedik Setiawan, saat menghadapi Persebaya Surabaya, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Rabu (27/3/2024) malam.
Aksi striker Arema FC, Dedik Setiawan, saat menghadapi Persebaya Surabaya, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Rabu (27/3/2024) malam. (Instagram/aremafcofficial)

Berikut narasi lengkap yang dipaparkan Persebaya :

Arema FC tercatat sebagai tim dengan penalti terbanyak di Liga 1 musim ini dengan 11 penalti. Plus penalti ”gaib” yang didapatkan Arema FC saat melawan Persebaya Rabu malam (27/3/2024), total mereka mendapatkan 12 penalti musim ini.

Dalam tayangan Vidio, Indosiar, maupun tim media Persebaya, jelas wasit Gedion Dapaherang salah dalam memberikan penalti tadi malam. Bola liar membentur dada bek Persebaya Kadek Raditya, bukan tangan.

Apakah posisi wasit tidak cukup ideal agar cermat membuat keputusan? Sudah menjadi bahan omongan di kalangan klub dan pecinta Liga 1, wasit kadang mengambil posisi menjauh dari kotak penalti tim yang akan dirugikan, untuk menjadi alibi dalam memberikan penalti gaib. Seperti yang terjadi tadi malam.

Persebaya sendiri kena penalti tiga kali dalam empat pertandingan terakhir melawan tim yang CEO-nya Iwan Budianto tersebut. Tadi malam sekali, satu penalti pada 11 April 2023, dan satu penalti pada 1 Oktober 2022 bersamaan dengan Tragedi Kanjuruhan. Alhamdulillah, keempat pertandingan itu kami menangkan.

Seringnya kejadian penalti gaib alias ngawur seperti itulah yang membuat tagline ”Persebaya Bolo Tuhan” mengakar di kalangan Bonek, pendukung Persebaya. Bukan sok alim, namun memang kami merasakan banyak campur tangan Tuhan, sering dizolimi, namun bisa selamat.

Sejalan dengan semangat transformasi @erickthohir @pssi , Persebaya akan mengirimkan laporan kepada PSSI terkait kepemimpinan buruk Gedion Dapaherang. Tidak hanya momen Arema FC dapat penalti, namun keputusan-keputusan buruk lainnya dalam laga tersebut.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved