Kisah Akri Patrio Beda Nasib dengan Eko dan Parto, Dulu Pelawak Kini Ngisi Acara Sampai Jam 2 Pagi
Kisah Akri Patrio beda nasib dengan Eko dan Parto, dulu sama-sama pelawak, hidupnya berubah setelah main sinetron, kini ngisi acara sampai jam 2 pagi.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Kisah Akri Patrio beda nasib dengan Eko dan Parto yang dulu sama-sama pelawak membuat sosoknya cukup menarik.
Akri, Eko dan Parto dikenal sebagai grup lawak Patrio yang populer dibentuk pada 10 Oktober 1994 dan tenar lewat acara televisi Ngelaba di stasiun TPI (kini MNCTV) hingga tahun 2008.
Saat ini meski ketiganya jarang muncul bersama-sama, namun hubungan Akri, Eko dan Parto tetap terjalin baik seperti keluarga.
Di tengah kesibukan masing-masing, Akri mengambil jalur yang cukup berbeda dari kedua rekannya, Eko dan Parto yang kadang masih melawak atau jadi presenter di televisi.
Akri saat ini diketahui banting setir menjadi pendakwah.
Tidak asal terjun sebagai pendakwah, pria berusia 55 tahun itu ternyata memiliki dasar agama yang kuat.
Akri sempat menimba ilmu di pesantren lalu menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiah Nurul Huda.
Selanjutnya, Akri melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri III Pondok Pinang kemudian menjadi siswa Madrasah Aliyah Anwarul Hidayah, Pandeglang.
Belum selesai, Komedian bernama lengkap Muhammad Akri Falaq itu melanjutkan pendidikannya di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.
Baca juga: Reaksi Ramadani Anak Mantan Bupati Dituduh Terlibat Kasus Vina Buntut Ucapan Hotman Paris: Mirip?
Akri mulai terjun ke dunia dakwah setelah berperan sebagai Ustaz Ferry di sinetron Para Pencari Tuhan.
"Yang ngundang ane bukan untuk ngelawak, untuk dakwah," kata Akri di YouTube Denny CagurTV pada (11/5/2020) silam.
Akri pun menceritakan pengalaman menyentuh hati ketika berdakwah di pagi dini hari.
Sahabat Eko dan Parti itu mengaku kaget karena masih banyak jemaah yang setia mendengarkan ceramah.
"Ane pernah loh setengah 2 masih ceramah, baru naik malah. Itu jemaah Masya'Allah, penuh jemaah," kenang Akri.
Akri pun enggan menyombongkan kemampuannya dalam berdakwah dan lebih memilih membuat orang tertawa daripada benar.
"Ane enggak sanggup kalau disuruh ceramah bikin orang pada bener, ane juga belum bener-bener banget" terangnya.
"Datang suruh bikin orang ketawa ya ane bikin, tapi kalau diminta bikin orang sekampung bener semua, ane balik," papar Akri.
"Isi ceramah ane bukan lagi sebuah bahasan, ane lebih ke yuk ramai, yuk taklim, yuk syiar. Mau ramai ngundang ane, mau bener ada kyai, ustaz, orang saleh," imbuh Akri.
Akri pun mengaku menggunakan humor saat menyampaikan khotbahnya.
"Ane kalau ceramah juga sambil ngelawak. Kalau cuma ceramah aja ane enggak sanggup," kata Akri.
Baca juga: Kisah Felicia Siswi SD Banyuwangi Bikin Elon Musk Kagum dengan Jawabannya, Bukan Sembarang Bocah

Dengan gaya penyampaian yang diselingi humor, khotbah Akri pun selalu mengundang tawa.
"Orang pada bilang Akri kalau ceramah itu kebanyakan ketawanya. Ane setuju karena 75 persen ana bikin orang senang," jelas Akri.
Pada awalnya, saat mulai menjadi seorang pendakwah, kemampuan agama Akri sempat diragukan oleh pendengarnya.
Namun, ternyata Akri memiliki dasar pendidikan Islam yang cukup kuat sehingga bisa menjadi pendakwah dengan cepat.
"Ane juga kalau gak ngalamin di pondok, madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, mungkin ane gak segampang itu diterimanya," kenang Akri.
Kendati sudah menjadi pendakwah, namun Akri tidak memungkiri terkadang rindu tampil bersama di televisi seperti dulu saat masih di acara Ngelaba bersama dua sahabatnya.
Hal itu disampaikan Akri saat jadi bintang tamu FYP Trans7.
"Gua bilang sama Eko, gua kemari bukan nyari duit, gua kangen," ujar Akri mengutip Youtube TRANS7 OFFICIAL pada (20/09/23) silam.
"Kalau bilang duit, kekecilan. Tapi kalau bicara hati, bicara moral sama teman, dua sahabat gua itu yang bikin gue Fiddunya wal akhirah enggak bakal lupa," sambung Akri.
Baca juga: Kisah Artis Jadi Sopir Taksi Online Gratis untuk Disabilitas, Tolak Job Syuting Lebih Senang Begini
Meskipun beberapa kali terlihat kembali kumpul dengan Eko dan Parto, Akri berharap mereka bisa kembali seperti dulu.
"Terutama buat Patrio, yuk pulang ke rumah yang dulu lama sudah kita tinggalkan, rumah kita namanya Patrio," tutur Akri.
"Yang sekarang di dalam rumah itu ada satu keluarga, silsilah yang namanya Akri Patrio, Parto Patrio, Ekor Patrio," imbuh Akri.
Sementara itu, Eko mengatakan, bukan tak ingin kembali dengan program lawak mereka, tapi kesibukan masing-masing anggotanya membuat hal itu sulit diwujudkan.
"Iya (kangen), banyak yang minta kita, cuma problem-nya kesibukan," ujar Eko.
Eko kemudian mengungkap alasan Patrio masih ada sampai sekarang ini meskipun sibuk dengan dunia masing-masing.
"Kita selalu punya idiom, satu untuk tiga, tiga untuk satu," ucap Eko.
"Ibarat meja dengan tiga kaki, kalau kaki satu ilang pasti jatuh, makanya tiga kaki ini harus kuat," sambung Parto melengkapi.
Kesuksesan program lawak Ngelaba yang bisa bertahan selama 13 tahun menurut Parto juga karena adanya kerjasama yang baik di Patrio.
"Eko adalah motornya Ngelaba atau Patrio. Karena Eko itu yang paling gesit kemana-mana, jadi segala sesuatunya, motornya itu Eko," ucap Parto.
"Kalau saya hanya stangnya, (Akri) busi," imbuhnya sambil tertawa ketika menyebut peran Akri.
Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp
Akri Patrio
Akri
Eko dan Parto
grup lawak Patrio
Patrio
pendakwah
Akri Patrio sekarang
kisah Akri Patrio
Berita Artis
suryamalang
Teka-teki Kompol C Ditangkap Usai Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Pangkatnya Paling Tinggi |
![]() |
---|
Sosok Affan Kurniawan Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Masih 21 Tahun, 7 Polisi Ditangkap |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Hari Ini Jumat 29 Agustus 2025, Siap-siap Hujan Dingin 16°C |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Perhatian Erick Thohir pada Achmad Maulana, Siasat Tekuk Persijap |
![]() |
---|
NASIB Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank Dinonaktifkan UGM, Pernah Terjerat Kasus Ijazah Palsu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.