Perubahan Sikap Betrand Peto Menjauh dari Sarwendah, Takut Duduk Berdekatan, Ragu Pulang ke Jakarta

Perubahan sikap Betrand Peto menjauh dari Sarwendah setelah terlibat isu rumah tangga orang tua angkat, takut duduk berdekatan, ragu pulang ke Jakarta

|
Instagram @betrandpetoputraonsu/WartaKotaLive.com
Betrand Peto (kiri) menjauh dari Sarwendah (kanan) setelah terlibat isu rumah tangga orang tua angkat, takut duduk berdekatan, ragu pulang ke Jakarta 

“Kemaren itu dia sempet balik (NTT), kemarin itu sempet dia ‘gimana ya apa aku di sini aja apa aku harus balik’,” cerita Sarwendah mengutip obrolannya dengan Betrand Peto.

Sarwendah pun tak bisa memaksakan kehendak dan memberi kebebasan agar Betrand Peto menentukan pilihannya sendiri.

“Sedih pasti tapi gimana pun kan Onyo dia punya orang tuanya jadi bagaimanapun terserah dia, Onyo nyamannya dimana, aku maunya nyamannya dia dimana,” ujar Sarwendah.

Lebih lanjut, Sarwendah pun mengungkap alasan dulu diam ketika gosip miring tentang hubungannya dengan Betrand Peto mencuat.

"Karena pertama, kukira diam itu emas kayak kata orang, ternyata enggak ya, yang ada malah dicaci, katanya diam seperti mengiyakan," kata Sarwendah

"Benar-benar enggak ada hubungan apa-apa ya, Betrand ya itu anak aku," lanjut Sarwendah memastikan. 

Istri Ruben Onsu ini mengaku heran diterpa isu tersebut hanya karena gestur tubuh Betrand Peto kepadanya.

Padahal menurut Sarwendah, anak angkatnya itu memang memiliki bahasa cinta atau love languange berupa sentuhan fisik bukan bermaksud lainnya.

"Tapi kan ada, budaya di tempat Onyo beda love languagenya, ke tetangga aja ketemu peluk cipika-cipiki, kalau memang adat masa ke Jakarta dia harus berubah?" ujar Sarwendah lagi.

Mantan personel Cherrybelle ini menyadari kebiasaan tersebut terbentuk dari lingkungan tempat tinggal Betrand Peto dulu yakni Manggarai, NTT. 

Bahkan Sarwendah sendiri yang sudah pernah datang di kampung halaman Betrand Peto sempat terkejut.  

Sarwendah kaget dengan kebiasaan orang setempat yang langsung memeluk tamu meski baru bertemu.

"Di tempat dia seperti itu dan mestinya orang-orang tahu. Ini opa aku, oma aku, maksudnya tetangganya juga dibilang gitu sama dia dan benar-benar kekeluargaan" kata Sarwendah

"Aku pertama ke situ juga baru ketemu orang-orang di sana langsung dipeluk. Itu kan adat ya, masa harus berubah," tandas Sarwendah lagi.

Sebagai ibu, Sarwendah pun khawatir kondisi ini berdampak buruk pada psikologis anak-anaknya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved