Jajaran Guru Besar - Aktivis 1998 Turun ke Jalan Kawal Putusan MK, NKRI Genting Krisis Konstitusi
Jajaran guru besar hingga aktivis 1998 turun ke jalan ikut kawal putusan MK, NKRI genting krisis konstitusi, ini 3 tuntutan DGB UI.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Jajaran guru besar hingga aktivis 1998 ikut turun ke jalan kawal putusan MK (Mahkamah Konstitusi) hari ini, Kamis, (22/8/2024).
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kini genting krisis konstitusi membuat ratusan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) bertindak.
Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (DGB UI) juga menuntut 3 hal kepada semua lembaga negara untuk mengambil sikap.
Sesuai agenda, aksi unjuk rasa akan digelar di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
Selepas dari MK, aksi juga akan dilakukan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal putusan MK yang sedang coba diakali oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dalam aksi kali ini, para guru besar, akademisi, hingga aktivis 1998 akan turun ke jalan.
“Ada semacam pembegalan terhadap demokrasi dan pelanggaran terhadap konstitusi. Demokrasi Indonesia telah bangkrut,” demikian dikutip dari undangan aksi, Rabu (21/8/2024) dilansir Kompas.com (grup suryamalang).
Baca juga: Aksi Tolak RUU Pilkada Mulai Muncul, Puluhan Pemuda di Surabaya Orasi di Depan Tugu Pahlawan
Sejumlah tokoh dikatakan bakal hadir memberikan orasi dalam aksi ini antara lain; guru besar filsafat STF Driyarkara, Franz Magnis-Suseno alias Romo Magnis; guru besar FISIP UI, Valina Singkat Subekti; Pendiri SMRC, Saiful Mujani.
Kemudian ada pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti; mantan Ketua KPK, Abraham Samad; Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid; analisis sosial politik UNJ, Ubedilah Badrun; Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti; dan masih banyak lagi.
Sedangkan Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (DGB UI) dalam rilis yang telah disetujui 120 guru besar juga mengecam aksi DPR RI yang menganulir putusan MK.
Menurut mereka, DPR RI telah secara arogan dan vulgar mempertontonkan pengkhianatan mereka terhadap konstitusi.
"Menyikapi kegentingan situasi negara dalam dua hari terakhir ini" kata DGB UI dalam keterangannya, Kamis (22/8/2024) melansir Tribunnews.com (grup suryamalang).
"Dengan penuh keprihatinan yang mendalam, DGB UI menilai tengah terjadi krisis konstitusi di Negara Kesatuan Republik Indonesia akibat dari pembangkangan DPR RI yang secara arogan dan vulgar telah mempertontonkan pengkhianatan mereka terhadap konstitusi," jelas DGB UI.
Tak hanya itu, DGB UI mengaku geram, sebab para pejabat di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif telah mengingkari sumpah jabatan mereka.
kawal putusan MK
guru besar
aktivis 1998
Dewan Guru Besar Universitas Indonesia
Guru Besar Universitas Indonesia
Mahkamah Konstitusi (MK)
Mahkamah Konstitusi
Dewan Perwakilan Rakyat
suryamalang
Terlihat Sejak Awal Azizah Salsha Ngaku Tak Mau Nikah Muda Anti Diatur-atur Ayah Bantah Perjodohan |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Malang dan Kota Batu Hari Ini Kamis 28 Agustus 2025, Hujan-Berawan Dingin 16-17°C |
![]() |
---|
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Alasan Rekrut Agusti Ardiansyah, 2 Sosok Pengganti Achmad Maulana |
![]() |
---|
WEJANGAN Andre Rosiade ke Pratama Arhan Sebelum Sang Mantu Gugat Cerai Azizah Salsha |
![]() |
---|
6 Rekomendasi Kuliner Legendaris Sekitar Kayutangan Malang yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.