LIPSUS Malang Raya Vs TBC
Perokok Lebih Mudah Kena TBC
Diperkirakan ada 969.000 kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 140.000 kasus.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sesuai data Global TB Report 2022, diperkirakan ada 969.000 kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 140.000 kasus. Kasus TBC di indonesia berada nomor dua tertinggi di dunia setelah India.
TBC termasuk penyakit menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ paru-paru. Kuman ini tahan asam dan pengobatannya agak sulit dan butuh waktu panjang. "Kalau di Indonesia, pengobatan bagi pasien sensitif obat (SO) minimal enam bulan. Sekarang ada opsional yang empat bulan tapi dengan obat baru," kata Ungky Agus Setyawan, dokter spesialis paru kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (13/9).
Menurutnya, tidak banyak angka putus berobat pada TBC SO. Justru angka putus berobat pada TBC RO yang cukup banyak. Hal ini karena efek samping obat cukup banyak. "Efeknya bisa dari ujung rambut sampai ujung kaki, seperti mual, muntah, kesemutan, dan sebagainya," tambahnya.
Pemerintah memberi support bagi pasien RO untuk mendapat pendampingan dan pembiayaan. "Biasanya kan setelah muntah itu tidak bisa bekerja. Makanya pemerintah memberi bantuan," urainya.
TBC akan mudah menular pada orang yang memiliki penyakit diabetes melitus (DM), gizi buruk, dan perokok. Menurutnya, perokok lebih mudah terkena TBC dibandingkan yang non-perokok.
Pengobatan juga lebih sulit pada perokok. Menurutnya, merokok menimbulkan banyak masalah. "Konversi kumannya juga lebih lamban pada perokok. Jadi ini menjadi tantangan," ujarnya.
Ungky menyayangkan banyak iklan rokok di event olahraga, atau event anak muda yang mendapat support rokok. "Seharusnya regulasinya tegas. Sejak awal harus ditanamkan, jangan merokok," terangnya.
Upaya terbaik untuk menekan angka TBC adalah tidak merokok, dan gaya hidup sehat, serta pola makan sehat dan bergizi, olahraga, menghindari stres, dan kontrol kesehatan. Menurutnya, kontrol kesehatan perlu dilakukan sebagai upaya diri melakukan kontrol agar tahu kondisi diri.
"Menghindari merokok itu juga termasuk pada perokok pasif. Bagi perokok aktif yang berhenti merokok satu tahun, maka risiko akan penyakit jantung akan turun. Semakin lama waktu berhenti merokok, risiko yang ditimbulkan makin turun," imbuhnya.
| Pemkot Malang Bentuk Tim Percepatan Penanganan TB |
|
|---|
| Ini Beda Pasien TBC Sensitif Obat dan TBC RO, RSSA Malang Layani Pengobatan BPaLM Hingga Komplikasi |
|
|---|
| Belum Ada Penderita Berobat Metode BPaL/M di RSUD Kanjuruhan, Padahal Bisa Layani Pengobatan TBC RO |
|
|---|
| Pasien TBC SO Bisa Berobat di Puskesmas Kota Malang |
|
|---|
| Butuh Dukungan Psikis, Pengidap TBC RO Bisa Sembuh dalam 6 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tes-TBC-Dr-Ungky-Agus-Setyawan-Sp-P-K.jpg)