Kronologi Nenek Arrom Selamat usai 2 Jam Dililit Ular Piton, Sebelumnya Testis Seorang Pria Digigit
Lilitan ular piton bisa bisa meremukkan tulang manusia. Pasalnya, ular bertubuh besar dan panjang itu memiliki kekuatan melilit yang luar biasa.
SURYAMALANG.COM, BANGKOK – Lilitan ular piton bisa bisa meremukkan tulang manusia. Pasalnya, ular bertubuh besar dan panjang itu memiliki kekuatan melilit yang luar biasa.
Kendati demikian, tidak dengan ular piton yang melilit tubuh seorang nenek bernama Arrom Arunroj.
Tubuh nenek berusia 64 tahun itu sempat dilit selama dua jam.
Namun, rupanya nyawa nenek Arrom bisa tertolong kendati tubuhnya kelelahan setelah melawan ular tersebut.
Nenek Arrom berasal dari Thailand. Ia sempat menjadi sorotan media dan masyarakat.
Adapun peristiwa tubuh nenek Arrom dililit ular piton berlangsung pada Selasa (17/9/2024) malam.
Peristiwa itu terjadi di rumahnya yang berada di Suk Sawat 84, Khlong Bang Pla Kot, Distrik Phra Samut Chedi, Provinsi Samut Prakan, Thailand.
Nenek Arrom menceritakan kejadian tersebut.
Arrom mengatakan kejadian itu saat ia sedang mencuci piring di belakang rumahnya.
Rumah nenek Arrom bersebelahan dengan hutan.
Awalnya, nenek Arrom merasakan sakit tajam di paha bagian kanan.
Rupanya, rasa sakit itu berasal dari lilitan ular piton.
Setelah merasakan sakit, nenek Arrom melihat ke bawah dan melihat seekor ular besar menyerangnya.
Nenek Arrom sempat melawan dengan memegang kepala ular piton tersebut.
Ia mencoba menariknya kakinya dari lilitan ular piton.
Tetapi, usahanya itu tidak dapat melawan kekuatan ular piton.
Ia kemudian berguling ke tanah dengan ular piton itu melilit tubuhnya.
Penyelamatan
Karena tak bisa melepaskan tubuhnya dari cengkeraman ular piton, nenek Arrom pun berteriak berulang kali.
Kurang lebih hamper dua jam berlangsung, teriakan minta tolongnya didengar oleh tetangganya yang sedang lewat rumahnya.
Tetangga tersebut kemudian meminta bantuan kepada tim penyelamat pada sekitar pukul 22.00 waktu setempat.
Tim penyelamat pun harus mendobrak pintu rumah nenek Arrom, karena telah terkunci.
Setelah itu, barulah mereka menemukan nenek Arrom dengan ular piton sepanjang 4 meter dengan berat setidaknya 20 kilogram melilit tubuhnya.
Saat ditemukan, nekek Arrom masih hidup, tapi terlihat kelelahan setelah berusaha melepaskan tubuhnya dari ular piton.
Bangkok Post melaporkan, tim penyelamat membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk membebaskan nenek Arrom dari cengkeraman ular piton.
Nenek Arrom diberi pertolongan pertama dan kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Tim penyelamat mengatakan, nenek Arrom mengalami beberapa luka gigitan di tubuhnya.
Ular piton diketahui tidak berbisa, namun gigitannya dapat menyebabkan infeksi.
Bangkok Post menyebut, Arrom telah mendapat perawatan medis di rumah sakit dan sedang dalam masa pemulihan.
Polisi dibantu oleh anggota Yayasan She Poh Tek Tung, sebuah organisasi penyelamat, dan nenek Arunroj dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.
Khaosod English melaporkan bahwa semua orang terkejut menemukan nenek Arrom dengan ular piton raksasa melilit erat di bagian tengah tubuhnya.
Setelah ular piton itu ditarik, ular dengan cepat merayap ke hutan di dekatnya dan lolos dari penangkapan.
Namun tim penyelamat memprioritaskan pemberian pertolongan pertama kepada Arunroj dan membawanya ke rumah sakit.
Testis digigit ular piton
Sebelumnya, ada berita memilukan seorang pria dari Samut Prakan Thailand ketika duduk di kloset, testisnya digigit ular piton.
Sebagaimana diberitakan Bangkok Post pada Kamis (22/8/2024), ular piton itu ternyata bersembunyi di dalam kloset duduk toilet.
Saat Tanat Tangtewanon ingin buang air dan duduk, kemudian ia merasakan nyeri dan sakit di testisnya.
Ia melihat ke dalam kantong kloset duduk dan terkejut karena melihat seekor ular dengan mulutnya menggigit testisnya.
Ular itu tetap menempel erat di testisnya sebelum dilepaskannya.
Karena khawatir, ia berdiri dan ular itu melepaskannya.
Ular itu kemudian jatuh kembali ke dalam kloset.
Ia mencoba menarik ular itu keluar dari mangkuk, tetapi tidak kuat.
Jadi ia mengambil sikat pembersih dan menggunakannya untuk memukuli binatang itu hingga mati.
Tanat juga memanggil seorang penjaga keamanan, yang membantu mengeluarkan ular itu.
Setelah kejadian itu, ia pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Ia dirawat karena luka gigitan ular, tetapi tidak serius karena ular itu tidak berbisa.
Tanat Tangtewanon mengunggah pengalamannya di media sosial Facebook sebagai peringatan bagi orang lain selama cuaca sedang hujan.
Penyebab Bus Persib Bandung Kecelakaan di Thailand: Kaca Pecah, Boyong 25 Pemain dan Staf |
![]() |
---|
Jens Raven Terpincang-pincang saat Laga Indonesia Vs Thailand, Bisakah Main di Final Lawan Vietnam? |
![]() |
---|
Perjuangan Timnas Indonesia ke Final ASEAN Cup U-23 2025, Menang Adu Penalti Lawan Thailand |
![]() |
---|
Jadwal Pertandingan Final Timnas Indonesia U-23 Vs Vietnam, Menuju Juara ASEAN Cup U-23 2025 |
![]() |
---|
Timnas Indonesia U-23 Maju ke Final Seusai Kalahkan Thailand dalam Drama Adu Penalti |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.