Advertorial
Hari Ini Polinema Kukuhkan 878 Wisudawan Tahap II
878 wisudawan Politeknik Negeri Malang (Polinema) dari 28 program studi yang telah terdaftar pada Wisuda Tahap II dikukuhkan di Graha Polinema
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebanyak 878 wisudawan Politeknik Negeri Malang (Polinema) dari 28 program studi yang telah terdaftar pada Wisuda Tahap II dikukuhkan di Graha Polinema, Sabtu (28/9/2024).
Sebelumnya pada Agustus lalu, telah dilepas sebanyak 733 wisudawan dari 28 program studi.
Direktur Polinema Supriatna Adhisuwignjo ST MT menyatakan kegiatan wisuda sebagai yang tepat dirinya sebagai pimpinan Polinema untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan proses pembelajaran.
Serta menginformasikan berbagai isu-isu strategis yang berkaitan dengan pengembangan kampus maupun perkembangan iklim dunia kerja yang tentunya akan dihadapi oleh para wisudawan nantinya.
Salah satu isu strategis di bidang pendidikan adalah terkait dengan persoalan mendasar khususnya dalam dunia pendidikan tinggi.
"Pendidikan tinggi di Indonesia menghadapi tiga tantangan prioritas yaitu Kesenjangan Akses, Kesenjangan Kualitas, dan Kesenjangan Relevansi," kata dia.
Pertama, terkait kesenjangan akses dapat kita peroleh data bahwa angka partisipasi kasar akses pendidikan tinggi di Indonesia ada di kisaran 30-40 perseh.
Artinya jumlah lulusan SMA/SMK/Sederajat yang kuliah masih terbatas. Angka tersebut masih di bawah Vietnam dan Thailand, bahkan Singapura.
Kedua, kesenjangan kualitas digambarkan dengan jumlah PTN dan PTS di Indonesia yang terbilang fantastis yaitu berkisar 4.356 perguruan tinggi.
Banyaknya perguruan tinggi menimbulkan kesenjangan kualitas, baik dari aspek mutu pembelajaran maupun dosennya.
Ketiga, kesenjangan relevansi yang saat ini dapat diminimalisir dengan hadirnya Program Merdeka Belajar, kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri semakin dipersempit.
Menjawab kesenjangan tersebut, maka Polinema menetapkan arah dan kebijakan strategi melalui peningkatan angka partisipasi akses pendidikan tinggi, meningkatkan mutu dan relevansi, serta meningkatkan mutu dosen dan tenaga Kependidikan.
Selain itu, juga penguatan tata kelola pendidikan tinggi, penguatan visi riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
"Ini semua merupakan pekerjaan besar yang sudah dilakukan oleh Polinema untuk memecahkan tiga prioritas permasalahan di atas."
"Dengan kompleksnya tantangan saat ini, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang kuat seluruh stakeholder pendidikan tinggi dalam menjawab permasalahan prioritas melalui misi bergerak bersama lanjutkan merdeka belajar," tandasnya.
Ditambahkannya, sejak awal pendiriannya, Polinema menguatkan komitmen untuk menciptakan lulusan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas dan kompetensi tinggi sebagai tenaga kerja untuk mengisi pasar kerja industri.
Sekian tahun berkembang, baik dari sisi regulasi pendidikan, kondisi pasar kerja yang turut berubah seiring perkembangan informasi, komunikasi, teknologi.
Serta digitalisasi yang menuntut kecepatan, pada akhirnya hal ini juga berdampak pada lulusan Politeknik yang juga dituntut dapat menjadi lulusan yang kreatif, inovatif dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya maupun orang lain sebagai wirausaha.
Maka lulusan Polinema harus mampu menunjukkan kapasitas lengkap menjadi insan yang terampil, handal, dan tangguh dalam menghadapi segala perubahan iklim pasar kerja.
Globalisasi telah mengakibatkan perubahan keseluruhan dalam kehidupan bermasyarakat, tidak terkecuali sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.
Mobilitas mahasiswa dan tenaga kerja antar negara memberikan tantangan bagi perguruan tinggi untuk memperoleh pengakuan dari masyarakat global terhadap hasil pendidikan yang dilakukannya.
Tuntutan tinggi pasar kerja global menuntut pula peran perguruan tinggi seperti politeknik untuk mempersiapkan karakter peserta didiknya agar siap menghadapi perkembangan zaman di era “Society 5.0”.
Itu adalah sebuah era dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi untuk mencapai kehidupan dunia lebih baik dalam era ini.
Masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industri 4.0 untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Direktur-Polinema-Supriatna-Adhisuwignjo-ST-MT-wisuda.jpg)