Berita Malang Hari Ini
Proyek Jembatan di Pakisaji Malang Mulai Dikerjakan Kembali Setelah 'Ambyar' Diterjang Air Bah
Pengerjaan ulang proyek jembatan di Pakisaji sudah mulai bisa dijalankan setelah dilakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Sukun, di sekitar lokasi
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM , MALANG - Proyek jembatan Sutojayan Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji Malang yang viral karena 'ambyar' tersapu arus sungai dipastikan kembali berjalan.
Bahkan proses pembangunan berupa pengerjaan ulang pembuatan bakesting jembatan dijadwalkan sudah mulai dilakukan hari ini, Senin (30/9/2024) pagi .
Pengerjaan ulang sudah mulai bisa dijalankan setelah dilakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Sukun, di sekitar lokasi proyek jembatan yang kerangka besinya ambrol pada Selasa (24/9/2024).
Baca juga: VIRAL Proyek Jembatan Sutojayan Pakisaji Malang Buyar Diterjang Luapan Sungai Penuh Sampah
"Saat ini, saya di lokasi dan terlihat para pekerjanya kembali membikin bakesting buat penahan kerangka besi yang ambrol kemarin," papar Rukiyah, Kades Sutojayan, Senin (30/9/2024).
Sebelum dimulai pengerjaan ulang, Rukiyah mengaku sudah berpesan ke pihak kontraktornya, agar dikerjakan tepat waktu.
Sebab, jika tidak, aktivitas warga terus terganggu, seperti orangtua yang mengantarkan anaknya sekolah atau orang yang belanja ke Pasar Pakisaji.
Saat ini dibuatkan jembatan darurat. Itu dari bambu dan dibikinkan di sebelah selatan proyek jembatan itu.
"Meski kemarin, proyek itu terkena bencana namun kami berharap jangan molor atau sesuai batas akhirnya harus rampung akhir Desember 2024 nanti. Kalau tidak, kasihan para pedagang atau warga, tak bisa lancar beraktivitas. Itu jembatan satu-satunya. Sepertinya, kontraktornya serius karena jumlah pekerjanya ditambah," ungkapnya.
Baca juga: Proyek Jembatan Sutojayan Pakisaji Malang Ambyar, Dinas Bina Marga Sebut Rekanan Bertanggungjawab
Sementara, Kadis PU Bina Marga Pemkab Malang, Ir Choirul Isnadi Kusuma, menjamin pengerjaan proyek senilai Rp 446 juta itu tepat waktu meski tanpa terduga kalau pengerjaan proyek itu terkena bencana alam atau diterjang luapan air bah.
"Aman, kalau soal itu. Wong, yang rusak kemarin itu cuma kerangka bakestingnya, seperti triplek, usuk kayu. Itu ambrol karena tak kuat menahan terjangan air bercampur sampah rumah tangga seperti kasur, bantal, kayu. Kalau plat besinya aman, dan bisa langsung dipasang kembali jika bakestingnya sudah selesai dikerjakan," ungkapnya.
Kepala Dinas yang biasa dipanggil Oong itu mengungkap, saat dilakukan pengerukan itu ditemukan kasur, kayu dan sampah lainnya, yang mengendap di dasar sungai yang hulunya dari arah Kota Malang itu.
"Saat ini, kedalamannya sudah aman meski tidak harus menaikkan posisi jembatan. Malah, lebar jembatan ditambah jadi 8 meter dengan panjang 10 meter, sehingga buat papasan mobil aman," ungkapnya.(fiq)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/proyek-jembatan-Pakisaji-kabupaten-Malang.jpg)