Berita Viral
Proyek Jembatan Sutojayan Pakisaji Malang 'Ambyar', Dinas Bina Marga Sebut Rekanan Bertanggungjawab
Dinas PU Bina Marga sebut proyek pembangunan jembatan masih tahap awal pengerjaan dan akan berakhir pada 3 bulan mendatang atau akhir Desember 2024
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, MALANG - Ambrolnya proyek pengerjaan Jembatan di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, akibat diterjang luapan sungai yang membawa tumpukan sampah, langsung direspons Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang.
Kadis PU Bina Marga, Ir Choirul Isnadi Kusuma, mengatakan kontraktor bertanggungjawab atas peristiwa yang sempat viral itu.
Baca juga: VIRAL Proyek Jembatan Sutojayan Pakisaji Malang Buyar Diterjang Luapan Sungai Penuh Sampah
Ia menyebut proyek pembangunan jembatan itu baru tahap awal pengerjaan dan baru akan berakhir pada tiga bulan mendatang atau akhir Desember 2024 nanti.
"Sudah berkomunikasi dengan kami, dan kontraktornya bertanggungjawab kok," ujar pria yang biasa dipanggil Oong itu, Rabu (25/9/2024).
Ia meluruskan, menurutnya, bukan jembatannya yang ambrol, namun, bakestinya, seperti triplek, kayu usuk, yang buat penahan alas plat besi betoneser yang sudah persiapan dicor yang terseret air bah sungai.
"Jembatannya belum jadi, baru dikerjakan, dan baru persiapan akan dicor. Namun, di saat persiapan akan dicor itu, tiba-tiba air sungai meluap karena ada hujan deras, sehingga menghantam kayu bakestingnya," ungkapnya.
Celakanya, lanjut dia, air bah dari Sungai Sukun, yang hulunya dari arah Kota Malang itu, membawa tumpukan sampah.
Bukan cuma sampah dapur namun juga sampah rumah tangga, seperti bantal, kasur dan kayu.
Dampaknya, sampah yang terseret arus dengan kondisi menggunung dan meluap itu menabrak bakesting kayu.
Karena air bah itu datang dengan cepat, sehingga tak sempat diantisipasi, akhirnya menjebolkan bakesting itu.
"Karena bakestingnya ambrol, maka besi yang sudah digelar di atas triplek itu juga, ikut hanyut," paparnya.
Untuk mengantisipasi ancaman bencana serupa, Choirul punya cara sendiri, yakni akan dilakukan pengerukan sedimentasi di bawah dan sekitar jembatan itu.
"Itu kan jembatan lama dan lama tak dibangun. Sementara, itu jembatan vital karena dilewati mobil dan truk, sehingga kita atensikan. Makanya, saat ini, pembangunannya kami perlebar jadi 8 meter dengan panjang 10 meter," paparnya.
Sementara, Rukiyah, Kades Sutojayan, membenarkan kalau proyek itu baru dikerjakan dan baru persiapan dicor.
Namun, saat plat besi sudah siap dicor, bekesting kayu yang jadi alasnya, ambrol.
"Kejadiannya sore (Selasa) kemarin saat hujan. Saat ini sudah mulai ditata kembali," ungkapnya.(fiq)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/proyek-jembatan-ambyar-Malang.jpg)