Kamis, 16 April 2026

Leaderless Group Discussion Join AIESEC 2024: Pecahkan Masalah Melalui Kepemimpinan Kolaboratif

AIESEC in Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan kegiatan Leaderless Group Discussion, sebagai bagian dari rangkaian Join AIESEC 2024.

Editor: Dyan Rekohadi
Dok Pribadi
Peserta mempresentasikan hasil diskusinya dalam kegiatan Leaderless Group Discussion, sebagai bagian dari rangkaian Join AIESEC 2024. 

SURYAMALANG.COM - Seiring dunia yang terus bergerak, ada semakin banyak permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai pewaris bangsa, maka sudah sepatutnya para generasi muda menjadikan permasalahan ini sebagai tantangan yang perlu dijawab.

Namun, rasa-rasanya tidak mungkin apabila semua permasalahan hanya ditangani oleh seseorang atau sekelompok orang saja.

Oleh karena itu, AIESEC in Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan kegiatan Leaderless Group Discussion, sebagai bagian dari rangkaian Join AIESEC 2024.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 21 September 2024 di Aula SC Pertamina SMKN 2 Malang selama tiga sesi ini, para peserta terbagi ke dalam 42 kelompok.

Peserta seluruhnya merupakan mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Brawijaya

Join AIESEC sendiri merupakan program rekrutmen tahunan organisasi kepemimpinan pemuda terbesar di dunia, yakni AIESEC, yang pada tahun ini di local chapter Universitas Brawijaya berhasil menarik minat 1200 pendaftar.

Para pendaftar ini kemudian diseleksi melalui tahap webinar ‘Youth Today’ yang diadakan pada 14 September 2024 kemarin, dan tahap personal value assessment, hingga terdapat 600 lebih peserta yang terseleksi ke BSu tahapan Leaderless Group Discussion. 

 

diskusi AIESEC 2024
Diskusi dalam sebuah kelompok saat memecahkan kasus yang diberikan

 

Sesuai dengan namanya, ‘leaderless’, maka tidak ada yang memimpin secara formal dalam setiap kelompok.

Para peserta yang sudah tergabung dalam kelompok-kelompok tanpa pemimpin formal ini nantinya akan diberikan beberapa soal studi kasus seputar kepemimpinan dan permasalahan sosial, untuk kemudian dicari solusinya bersama-sama.

Selain kreativitas dan daya pikir kritis, metode Leaderless Group Discussion ini menyediakan kesempatan pembelajaran bagi para peserta mengenai kepemimpinan yang dinamis dan adaptif.

Sebab, dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut, diperlukan kolaborasi antar anggota kelompok yang memiliki pandangan serta solusi beragam, yang kemudian disimpulkan sebuah solusi hasil kolaborasi.

 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved