Kamis, 16 April 2026

Berita Viral

Kesaksian Guru yang Selamat dari Tragedi Bus Study Tour Terbakar di Thailand, Api Menyebar Cepat

Berikut kesaksian guru yang selamat dari tragedi bus study tour terbakar di Thailand yang menjadi viral di media sosial.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Tribunnews
Kesaksian Guru yang Selamat dari Tragedi Bus Study Tour Terbakar di Thailand, Api Menyebar Cepat 

SURYAMALANG.COM - Berikut kesaksian guru yang selamat dari tragedi bus study tour terbakar di Thailand yang menjadi viral di media sosial.

-Kebakaran bus sekolah di Thailand yang menewaskan 23 orang dari total 45 penumpang terdiri guru dan murid viral.

Kejadian yang terjadi pada hari selasa lalu (1/10/2024) membawa siswa dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama untuk kegiatan karyawisata ke Bangkok.

Adapun Tiga Guru dan 19 siswa dinyatakan selamat dari insiden kebakaran tersebut.

Salah satu guru yang selamat menceritakan insiden mengerikan tersebut menewaskan murid dan beberapa rekannya.

Kepada polisi, sang guru menyebut jika api menyebar sangat cepat di dalam bus.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Polisi Thailand Kitrat Phanphet melansir dari Kompas.com, Jumat (4/10/2024)

"Insiden seperti ini menimbulkan kesedihan dan dukacita yang besar," kata Kitrat.

Baca juga: Heboh 80 Ekor Buaya Titipan BKSDA Lepas dari Penangkaran di Cianjur, Nasib warga Sekitar Terancam

Video kebakaran yang diunggah ke media sosial menunjukkan bahwa seluruh badan bus dikepung api dan mengeluarkan asap pekat yang membubung tinggi.

Sejumlah korban terjebak dalam bus selama berjam-jam kebakaran.

Sejumlah siswa dan guru disebut berhasil menyelamatkan diri melalui pintu atau lompat dari jendela

. Kebanyakan jenazah korban ditemukan di bagian tengah dan belakang bus.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyampaikan belasungkawa atas insiden kebakaran bus tersebut.

Paetongtarn menegaskan bahwa pemerintah akan memberi kompensasi untuk keluarga korban dan menjamin biaya perawatan penyintas.

 Petugas mengevakuasi jenazah keluar dari bus yang terbakar hari Selasa, 1 Oktober 2024 di Pathum Thani, Thailand. Kecelakaan ini menyebabkan 20 siswa dan 3 guru pendamping meninggal. (Reuters/Chalinee Thirasupa)
 Petugas mengevakuasi jenazah keluar dari bus yang terbakar hari Selasa, 1 Oktober 2024 di Pathum Thani, Thailand. Kecelakaan ini menyebabkan 20 siswa dan 3 guru pendamping meninggal. (Reuters/Chalinee Thirasupa) ()

Saat ditanya wartawan mengenai insiden kebakaran itu di kantornya, Paetongtarn tidak bisa membendung emosi dan menangis.

Perempuan berusia 38 tahun ini baru dilantik Agustus lalu dan merupakan ibu dari dua anak.

PM Thailand itu pun telah menjenguk korban yang dirawat di rumah sakit. Tiga anak perempuan dilaporkan dirawat di rumah sakit dekat lokasi kejadian dengan luka bakar.

Dokter bedah di Rumah Sakit patRangsit, Anocha Takham menyebut seorang anak perempuan berusia 7 tahun terancam kehilangan penglihatan akibat luka bakar.

Baca juga: Kisah Guru Jadi Korban Bus Terbakar Saat Study Tour, Meninggal Sambil Peluk Muridnya, Baru Wisuda

Dugaan Penyebab

Kebakaran bus yang membawa rombongan murid TK dan guru di Thailand mengegerkan dunia.

Setelah 23 penumpang terdiri dari murid dan guru tewas terbakar sedangkan 22 orang lainnya selamat.

Melansir dari Kompas.com, Jumat (4/10/2024) Polisi setempat belum secara resmi menyimpulkan apa penyebab kebakaran tersebut. 

Akan tetapi, sopir bus mengatakan kepada para penyelidik bahwa dia mengemudi dengan normal sampai ban depan mengalami kerusakan dan membuat bus kehilangan keseimbangan.

Bus tersebut kemudian menabrak sebuah mobil dan pembatas jalan raya yang terbuat dari beton. 

Kebakaran bus study tour di Thailand
Kebakaran bus study tour di Thailand (Tribunnews)

Polisi mengatakan, percikan api dari gesekan tersebut mungkin telah memicu tabung gas yang sangat mudah terbakar, dan menyulut kobaran api.

Kitrat mengatakan, fakta bahwa pengemudi tidak segera berhenti setelah merasa kehilangan kendali atas bus dapat menjadi dasar kelalaian.

Kepala forensik polisi Trairong Phiwpan menyampaikan, pemeriksaan terhadap bus menemukan bahwa pintu keluar daruratnya dapat dibuka.

Namun, tidak jelas apakah itu berfungsi dengan baik atau tidak. 

Dia juga mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya pemecah jendela darurat.

Baca juga: Pilu Nasib Karyawan Hotel Tertular HIV, Berawal Tak Sengaja Kena Jarum Suntik yang Ditinggalkan Tamu

 Sementara itu, pemilik perusahaan bus Songwit Chinnaboot mengatakan, kendaraan tersebut telah diperiksa keamanannya dua kali dalam setahun sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Ia menambahkan bahwa tabung-tabung gas yang dibawa bus tersebut telah memenuhi standar keamanan.

Departemen Transportasi Darat Thailand mengatakan, mereka sedang melakukan inspeksi mendesak terhadap semua bus berbahan bakar gas alam.

Departemen ini juga akan meningkatkan pedoman keselamatannya dengan mewajibkan pelatihan manajemen krisis untuk pengemudi dan inspeksi keselamatan setiap kali kendaraan tersebut akan digunakan oleh sekolah-sekolah.

Sopir Ditangkap

Pada Rabu (2/10/2024), polisi mengatakan, mereka sedang menyelidiki apakah kebakaran bus itu disebabkan oleh kelalaian dan akan mengajukan beberapa tuntutan awal terhadap sopir bus.

Sopir bus tersebut, Saman Chanput, ditangkap beberapa jam setelah kecelakaan.  

Sopir bus didakwa dengan tuduhan mengemudi secara ugal-ugalan yang menyebabkan kematian dan luka-luka, tidak berhenti untuk menolong orang lain, dan tidak melaporkan kecelakaan tersebut.

Begitu terjadi kecelakaan, Saman Chanput melarikan diri dari tempat kejadian.

Namun setelah ditangkap, ia mengatakan kepada polisi bahwa dia berlari untuk mencoba mengambil alat pemadam kebakaran dari kendaraan lain.

Saman mengatakan, ia panik dan melarikan diri ketika api tidak terkendali, sebelum dia bisa mendapatkan bantuan.

Baca juga: Rejeki Nomprok Pasutri Mendadak Kaya Usai Punya Bayi Kembar 5, Dapat Tabungan Rp 2 M dari Pemerintah

 Saat ini pihak berwenang sedang menyelidiki apakah kebakaran tersebut mungkin disebabkan oleh kelalaian perusahaan bus dan juga sopir bus.

Penjabat kepala polisi Kitrat Phanphet dalam sebuah konferensi pers mengatakan, mereka juga akan menuntut semua pihak yang bertanggung jawab. 

Meskipun penyelidikan awal menunjukkan bahwa sopir bus tidak mengebut, namun polisi menemukan 11 tabung gas alam di dalam bus.

Padahal, bus hanya memiliki izin untuk memasang enam tabung.

Banyak kendaraan di Thailand menggunakan Natural Gas Vehicle (NGV) atau CNG, gas alam terkompresi sebagai bahan bakar.

(TribunSumsel.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved