Berita Viral

Viral Emak-emak Tutup Jalan Warga Pakai Pot Bunga dan Semen, Sengaja Biar Mobil Anaknya Bisa Parkir

Viral seorang emak-emak tutup jalan warga pakai pot bunga dan semen cor menjadi sorotan di media sosial. Sengaja biar mobil anaknya bisa parkir.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Instagram
Viral Emak-emak Tutup Jalan Warga Pakai Pot Bunga dan Semen, Sengaja Biar Mobil Anaknya Bisa Parkir 

SURYAMALANG.COM -  Viral seorang emak-emak tutup jalan warga pakai pot bunga dan semen cor menjadi sorotan di media sosial. 

Bukan tanpa alasan, emak-emak ini sengaja tutup jalan warga biar mobil anaknya bisa parkir di lahan untuk umum itu. 

Tak pelak aksinya tersebut menuai hujatan dari netizen.

Video ibu-ibu di Jatiasih tutup jalan warga tersebut salah satunya pertama kali digunggah akun Instagram @bekasi24jamcom.

Diketahui, peristiwa ini terjadi di akses jalan rumah warga di Kp Kebantenan RT 03/RW 04 Jatiasih, Kota Bekasi.

Akses jalan rumah warga tersebut ditutup pot bunga dan dicor semen oleh tetangganya sendirinya pada Jumat (4/10/2024) pagi. 

Dalam video yang diunggah, terlihat ibu-ibu dengan mengenakan daster warna pink tengah mengecor akses jalan rumah warga.

Kemudian ada ibu-ibu dengan mengenakan mukena warna hijau lewat dan mengeluhkan atas kelakukan ibu-ibu daster pink tersebut.

Keduanya pun sempat berseteru karena ibu yang mengenakan daster pink tersebut menutup akses jalan rumah warga.

Menurut penuturan salah satu warga, alasan penutupan jalan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi.

"Ditutup jalannya untuk kepentingan pribadi karena akses bisa digunakan untuk parkir mobil anaknya," kata @bnisari, dilansir dari @bekasi24jamcom, Jumat (4/10/2024).

Viral Emak-emak Tutup Jalan Warga Pakai Pot Bunga dan Semen, Sengaja Biar Mobil Anaknya Bisa Parkir
Viral Emak-emak Tutup Jalan Warga Pakai Pot Bunga dan Semen, Sengaja Biar Mobil Anaknya Bisa Parkir (Instagram)

Baca juga: Heboh Ayah Jual Bayinya Rp 15 Juta di Tangerang Cuma Buat Judi Online, Istri Kerja di Kalimantan

Rupanya masalah ini sudah lama terjadi.

Bahkan pihak RT setempat juga sudah memusyawarahkan keluhan warga.

"Pengurus RT/RW komplek sudah mengetahui dan tidak mengizinkan untuk ditutup begitu dengan RT03/RW04 dan juga sudah dirapatkan," kata dia.

 Ibu-ibu tutup jalan rumah warga demi parkir mobil anak, cor semen dan pakai pot bunga (Instagram)
Sebenarnya, ibu tersebut sudah beberapa kali ingin menembok jalan namun dicegah oleh warga. 

"Sudah beberapa kali si ibu itu mau nembok jalan, tapi sama warga 03 dicegah."

"Sampai akhirnya dihalangi oleh pot kembang agar warga 03 tidak bisa lewat."

"Dan tadi pagi malah yang bagian ujungnya disemen," keluh Ketua RT, dikutip dari Tribun Bengkulu.

Video inipun menuai sorotan dari netizen.

Hal ini terlihat melalui kolom komentar.

"Si ibunya aja di cor didepan gang," komentar akun @alfahrizi***.

"Warga nya gaada niatan mau ngusir dia sekeluarga?" tulis akun @angg********.

"Anaknya ga malu ibunya nyariin parkir mobil buat dia sampe ribut sama tetangga????" tulis akun @nu*******.

"Ya Berarti kurang tegas aparat RT/RW dan kelurahannya, klw gak kuat serahin netizen aja kasih info lengkap alamat dan medsos," tulis akun @ram******.

]

Baca juga: Pilu Nasib Sartika Guru Honorer Tiba-tiba Dikeluarkan Padahal Aktif Ngajar, Dikbud Turun Tangan

Kejadian serupa juga terjadi kepada warga di Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Akses gang ditutup secara sepihak oleh pemilik lahan, warga protes tak terima.

Pasalnya warga yang tiap hari menggunakan jalan tersebut terpaksa memutar lebih jauh untuk keluar dari permukiman.

Hal ini pun membuat warga setempat meradang dan sempat melakukan aksi unjuk rasa memprotes penutupan gang tersebut.

Pantauan di lokasi, Senin (5/8/2024), gang tersebut berada di sepanjang jalan yang membelah sejumlah RT di RW 11 dan RW 12.

Di balik tembok, spanduk berisi pengumuman 'Tanah Ini Milik Marietje' terlihat masih tergeletak.

Selain itu juga ada poster-poster berisi protes penutupan gang tersebut yang masih menempel di tembok setinggi tiga meter.

Salah seorang warga setempat yang tinggal tujuh meter dari lokasi penembokan, Juji (56), mengaku kecewa dengan penutupan yang dilakukan pihak Marietje pada Sabtu (3/8/2024).

"Ini Gang Rahayu ini, jalan aktif. Setiap hari digunakan warga, yang dagang bawa gerobak, mau sekolah, mau ke masjid pada lewat sini," kata Juji saat ditemui Tribun Jabar di lokasi.

Juji tak mengetahui secara pasti alasan penutupan gang tersebut.

Yang pasti, penutupan dilakukan secara mendadak tanpa ada pemberitahuan.

"Kalau alasan saya tidak tahu, warga juga tidak tahu. Karena tidak ada pemberitahuan juga waktu akan ditutup," katanya.

Juji tak menampik jika lokasi penutupan merupakan batas tanah yang disebut milik pihak Marietje.

Meski begitu, Juji mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait status tanah tersebut.

 Kondisi Gang Rahayu di Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang ditutup dengan tembok (Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan)
 Kondisi Gang Rahayu di Kampung Pos Wetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang ditutup dengan tembok (Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan) ()

]

Baca juga: Hendak ke Surabaya, Bus SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung Kecelakaan di Gresik, 1 Orang Meninggal Dunia

Apalagi tanah yang diklaim milik Marietje tersebut juga dihuni oleh puluhan warga lain.

"Kami sih tidak memaksa atau bagaimana, cuma kalau bisa dibuka lagi, toh ini jalan buat warga juga," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kusmayadi (64), melontarkan hal serupa.

Kusmayadi mengaku lahir dan besar di wilayah tersebut.

Gang Rahayu yang saat ini ditutup, telah ada sejak tahun 1967.

"Gang ini sudah ada sejak saya kecil, Saya lahir tahun 60 di sini. Waktu SD gang ini sudah ada. Sekarang ditutup, kenapa. Kita penginnya dibuka lagi," ucap Kusmayadi.

Poster-poster berisi curhatan warga masih tertempel di tembok yang menutup gang.

Sejumlah keluh kesah mereka tuliskan di dalam poster pasca pihak Marietje menutup Gang Rahayu dengan tembok setinggi tiga meter pada Sabtu (3/8/2024).

Warga yang kesal karena harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk keluar pemukiman pun meluapkan kekesalan dengan menuliskan, 'Bu. Pak. Selain Lieur Muter teh Nyeri suku Beak Waktu' (Bu Pak selain pusing juga sakit kaki dan habis waktu).

Selain itu warga pun menyinggung soal perlunya hidup rukun dalam masyarakat.

Hal itu diluapkan dengan menulis, 'Hirup teh moal lila makanya kudu  rukun, buka dong benteng ini'.

Baca juga: Senyum Abah Ajang Jadi Tukang Parkir Merangkak, Ikhlas Sehari Dapat Rp20 Ribu Buat Makan Sama Ayah

Sementara itu, Kepala Desa Kertamulya, Farhan Fauzi, mengaku tak bisa berbuat apa-apa saat ada aksi penembokan gang.

Alasannya, tanah yang dijadikan gang tersebut milik pribadi orang yang menutupnya.

Farhan mengatakan, penutupan tersebut dilakukan pihak Marietje yang mengklaim sebagai pemilik tanah di area tersebut.

"Kemarin, dua hari yang lalu, ahli waris atas nama Ibu Margareta dan Ibu Marietje selaku anak, melakukan pembentengan jalan gang," kata Farhan, Senin (5/8/2024).

Farhan mengaku mendampingi proses penutupan gang tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan dengan warga setempat.

"Karena banyak warga yang melaporkan ke kami agar tidak terjadi kericuhan," ucapnya.

Upaya mediasi penutupan Gang Rahayu sebenarnya telah dilakukan oleh pihak desa.

Namun mediasi tak terlaksana karena pihak Marietje tidak hadir.

Farhan tak menampik, penutupan Gang Rahayu menimbulkan polemik hingga ada unjuk rasa dari warga setempat.

Namun pihak Desa Kertamulya tidak dapat berbuat banyak.

Karena penutupan ini dilakukan di lahan yang diklaim sebagai milik pribadi.

"Warga di luar sengketa ini mengutarakan kekecewaan karena pembentengan dilakukan di jalan yang memang dilalui warga hampir puluhan tahun dan dimanfaatkan untuk aktivitas berdagang, sekolah, dan sebagainya," ujar Farhan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved